Burusergapinfo.com
Kecelakaan lalu lintas disertai aksi tabrak lari terjadi di Jalan Diponegoro, Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Senin pagi (27/04/2026) sekitar pukul 06.39 WIB. Akibat kejadian tersebut, seorang pengendara mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Peristiwa nahas itu terjadi di ruas Jalan Diponegoro, tepatnya di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah. Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor yang berpapasan dari arah pemancar menuju Simpang Drum.
Menurut keterangan Arsy, salah satu korban, kejadian bermula saat sepeda motor yang datang dari arah bersamaan tiba-tiba mengambil jalur kanan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas.
“Posisi ibu pelaku tabrak lari itu di sebelah kiri kami. Kami sempat membunyikan klakson dua kali, namun ibu itu langsung belok kanan Kami tidak bisa mengerem karena kondisi jalan sedang menanjak, tepat di depan Rumah Sakit Mulya,” ujar Arsy.
Akibatnya, tabrakan pun tidak dapat dihindari. Ironisnya, pengendara yang diduga menjadi penyebab kecelakaan justru melarikan diri tanpa memberikan pertolongan kepada korban.
“Bukannya menolong, malah langsung kabur ke arah Jalan Budidaya,” tambahnya.
Korban yang tergeletak di bahu jalan ditemukan warga dalam kondisi luka-luka, mengalami pendarahan dan syok berat. Warga kemudian segera mengevakuasi korban ke RSUD H. Hanafi Muara Bungo untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, saat pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), warga sekitar enggan memberikan keterangan. Selain itu, ibuk korban minta cek rekaman CCTV di Rumah Sakit Mulya yang diduga dapat menjadi barang bukti ketika di cek durasi rekaman CCTV saat kejadian dilaporkan tidak tersedia atau hilang menjadi pertanyaan?
Hingga saat ini, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas pelaku tabrak lari tersebut

Mustakim, yang juga menjabat sebagai Ketua Ormas Gempur, mengaku sempat melihat kejadian kecelakaan tersebut. Namun saat itu korban sudah dievakuasi oleh warga.
“Kami sempat melihat ada kejadian kecelakaan. Namun karena korban sudah dibawa ke rumah sakit, kami melanjutkan perjalanan,” ujar Mustakim.
Ia juga menyoroti kondisi lokasi kejadian yang dinilai rawan kecelakaan. Menurutnya, tidak adanya rambu-rambu lalu lintas menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian.
“Sangat disayangkan di lokasi itu tidak ada rambu-rambu peringatan rawan kecelakaan. Selain itu, parkir kendaraan pengunjung di luar pagar rumah sakit juga sangat mengganggu pengguna jalan,” tambahnya.
Mustakim berharap pihak terkait segera mengambil langkah penanganan, seperti pemasangan rambu lalu lintas dan penertiban parkir, guna meminimalisir potensi kecelakaan di kawasan tersebut.
Ketua Ormas Gempur, Mustakim, turut menyampaikan imbauan kepada pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan, agar segera mengambil langkah konkret di lokasi tersebut.
“Kami menghimbau kepada Dinas Perhubungan agar segera memperhatikan kondisi jalan di lokasi ini. Karena titik ini sudah tergolong rawan dan sering terjadi kecelakaan kendaraan,” tegas Mustakim.
Ia berharap adanya pemasangan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan yang jelas, serta penertiban parkir di sekitar area tersebut guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (Jufri)
