• Jum. Jun 12th, 2026

Berita Update

Tajam Aktual Intelektual Pemberani

Empati Kasat Reskrim Palas Jenguk Kanit Sakit

BySubandi Kabiro

Jun 6, 2026
Sabtu, 6 Juni 2026
SIBUHUAN, Padang Lawas | https_//Burusergapinfo my.id
Di bawah temaram lampu selasar salah satu rumah sakit di Sibuhuan, langkah kaki AKP Irwansah Sitorus terdengar mantap namun penuh empati. Jumat malam, 5/6/2026, Kasat Reskrim Polres Padang Lawas itu tidak datang untuk mengejar target perkara atau memimpin gelar kasus. Misi malam itu jauh lebih personal: menjenguk “tangan kanannya” yang sedang tumbang.
Di kamar perawatan, Ipda Arpan Harahap terbaring lemah. Kanit Pidum yang selama ini dikenal garang mengungkap tindak kriminal itu kini harus menyerah pada serangan tipes. Tubuh tegapnya dipaksa beristirahat oleh rasa sakit. Kondisi ini disebut sebagai konsekuensi dari dedikasi tanpa batas yang ia curahkan selama berbulan-bulan terakhir.
Kehadiran AKP Irwansah tidak sendiri. Ia membawa “keluarga kecil” Sat Reskrim: Bripka Andre Sihombing, Bripda Samuel, Bripda Leo, serta sejumlah staf lainnya. Kehadiran mereka seolah memindahkan kehangatan ruang kantor ke dinginnya ruang perawatan.
Momen haru tercipta ketika Irwansah menghampiri istri Ipda Arpan. Alih-alih kata penghiburan standar, sang Kasat Reskrim justru menyampaikan permohonan maaf tulus.
“Saya mohon maaf ya, Bu. Karena tugas-tugas berat yang saya berikan, Kanit sampai jatuh sakit seperti ini,” ucap AKP Irwansah pelan namun sarat makna.
Ia menyadari di balik keberhasilan setiap kasus yang terungkap, ada waktu istirahat anggotanya yang terampas. “Mungkin Kanit kecapekan. Beberapa bulan terakhir, beliau hampir selalu pulang pagi. Beban kerja memang sedang tinggi-tingginya,” tambahnya dengan nada prihatin.
Bagi polisi, pengabdian kerap menuntut segalanya termasuk kesehatan pribadi. Meski kondisi pucat, Ipda Arpan tetap menyunggingkan senyum. Baginya, rasa sakit ini hanyalah bagian dari risiko profesi yang ia cintai.
“Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai anggota Polri, Komandan,” jawab Arpan lirih. Tidak ada nada penyesalan dalam suaranya, hanya rasa terima kasih mendalam karena di tengah kesibukan luar biasa, pimpinannya masih menyempatkan waktu memberi dukungan moril.
Kunjungan malam itu bukan sekadar formalitas kedinasan. Ini potret sisi humanis Korps Bhayangkara di Padang Lawas. Di balik seragam cokelat, ada ikatan persaudaraan yang kuat.
Momentum ini jadi pengingat bagi setiap personel: mereka bukan sekadar angka dalam statistik organisasi, melainkan bagian dari keluarga besar yang saling menjaga saat salah satunya terjatuh.
Malam itu di jantung Sibuhuan, bukan hanya obat yang mempercepat kesembuhan Ipda Arpan. Semangat dan kepedulian rekan sejawatnya turut jadi “obat”. Sebuah bukti bahwa di dunia penegakan hukum yang keras, empati tetap punya tempat paling utama.
Reporter : Subandi
Sumber   : Humas Polres Padang Lawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *