srahell Ketakutan dengan Latihan Rudal Iran, Waswas Jadi Kedok untuk Serangan Mendadak.

!srahell Ketakutan dengan Latihan Rudal Iran, Waswas Jadi Kedok untuk Serangan Mendadak.

http://BURUSERGAPinfo.my.id

Laporan media Amerika Serikat (AS), Axios, mengungkap bahwa latihan rudal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang sedang berlangsung telah membuat !srahell ketakutan.

 

Menurut laporan tersebut, rezim Zionis khawatir latihan itu hanya menjadi kedok Teheran untuk melakukan serangan mendadak terhadap !srahell.

 

Sumber-sumber AS dan !srahell, yang dikutip Axios, mengatakan bahwa Kepala Staf Pasukan Pertahanan !srahell (IDe-F) Letnan Jenderal Eyal Zamir memberi tahu Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat (AS) tentang ketakutan di pihak Tel Aviv mengenai latihan rudal IRGC Iran

 

Zamir memperingatkan bahwa pergerakan rudal Iran baru-baru ini mungkin bukan latihan rutin, tetapi bisa digunakan sebagai kedok taktis untuk serangan mendadak terhadap target !srahell.

 

“Memungkinan serangan Iran kurang dari 50%, tetapi tidak ada yang mau mengambil risiko dan hanya mengatakan itu hanya latihan,” kata seorang sumber !srahell kepada Axios, yang dilansir Senin (22/12/2025). Manuver rudal IRGC ini terjadi setelah latihan rudal serupa enam bulan lalu, yang tidak menghasilkan tindakan berbahaya apa pun terhadap !srahell.

 

Sebagai tanggapan terhadap meningkatnya ketegangan, komandan CENTCOM AS Laksamana Brad Cooper tiba di Tel Aviv pada hari Minggu. Dia mengadakan pertemuan dengan Zamir dan para pejabat militer senior !srahell untuk mengevaluasi situasi saat ini. Meskipun dalam keadaan siaga tinggi, seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa intelijen Amerika saat ini tidak memiliki indikasi serangan Iran terhadap !srahell akan segera terjadi.

 

Sumber berita: Sindo news

 

#breakingnews #update #iran #telaviv #amerika

Wisuda Universitas Muara Bungo Sukses Gelar Wisuda Angkatan Ke-XVII Sebanyak 213 wisudawan

Burusergap.info-Bungo  Universitas Muara Bungo (UMB) lepas wisudawan dan wisudawati sebanyak 213 orang dalam acara rapat senat terbuka wisuda angkatan ke-XVII Program Sarjana (S1) yang terdiri dari enam fakultas yakni Ekonomi, Pertanian, Perikanan, Bahasa, Teknik dan Hukum. Acara tersebut diselenggarakan  di ruangan Ball Room Hotel Semagi pada Selasa, 23/12/2025.

Terlihat hadir dalam acara tersebut yakni Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri Muara Bungo (YPMMB), H. Andriansyah, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo sebagai mewakili Bupati Bungo, Perwakilan L2DIKTI Wilayah X Padang, Dr. Syafrialdi, S.Pi., M.Si selaku Rektor UMB dan para tamu undangan lainnya.

 

Ketua Yayasan Pendidikan Mandiri UMB, H. Andriansyah, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh di kampus jangan hanya berhenti di ruang kuliah, melainkan menjadi alat perubahan di masyarakat. Ia mendorong mereka untuk menjadi generasi solusi apakah sebagai birokrat, pengusaha, atau aktivis yang peduli lingkungan.

 

“Jadilah sarjana yang berpihak pada kelestarian. Jika kelak menjadi pejabat, jagalah hutan. Jika menjadi pengusaha, pulihkan lahan. Jika menjadi warga sipil, jadilah pengawas lingkungan yang berani,” Pesannya.

 

Rektor UMB Dr.Syafrialdi, S.Pi., M.Si, memberi ucapan selamat atas kelulusan dan gelar yang diperoleh oleh para wisudawan dan wisudawati. Ia berharap agar para wisudawan dan wisudawati mampu menjadi insan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

 

“Selamat atas kelulusan dan gelar yang diperoleh,” ujarnya“Tantangan sudah menanti pasca kampus, namun dimanapun anda berada, jadilah insan yang berguna bagi kepentingan orang banyak,” Harapanya (F).

 

Babinsa Dorong Ekonomi Rakyat Lewat Kopi Tradisional Silimakuta

Babinsa Dorong Ekonomi Rakyat Lewat Kopi Tradisional Silimakuta

http://BURUSERGAPinfo.my.id

Masih ada kopi yang diolah dengan cara lama, tapi rasanya justru makin bernilai

 

Di Desa Silimakuta, Babinsa Koramil 07/Salak mendampingi warga yang mengolah kopi Arabika secara tradisional dengan lesung batu—cara turun-temurun yang menjaga aroma dan cita rasa khas kopi daerah.

Tak sekadar ngopi, kegiatan ini menjadi wujud nyata Binter TNI dalam mendukung UMKM desa, melestarikan kearifan lokal, dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian rakyat.

 

👉 Menurutmu, kopi tradisional atau kopi mesin yang lebih nikmat?

 

Tulis pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa share agar makin banyak yang bangga dengan produk lokal!

 

#Babinsa #BinterTNI

#KopiArabika #KopiTradisional

#UMKMDesa #EkonomiRakyat

#PakpakBharat #TNIAD

#KearifanLokal #DariDesaUntukIndonesia

Tak Dipilih Dunia, Diperebutkan Surga

Tak Dipilih Dunia, Diperebutkan Surga

Kisah Lengkap Julaibib رضي الله عنه

http://BURUSERGAPinfo.my.id

Di kota Madinah yang bercahaya oleh Islam, hidup seorang laki-laki yang hampir tak pernah disebut namanya oleh manusia. Tubuhnya kecil, kulitnya hitam, wajahnya tidak menarik. Ia tidak memiliki nasab yang jelas, tidak pula harta atau keluarga terpandang. Orang-orang hanya memanggilnya dengan satu nama: Julaibib.

 

Dalam budaya Arab kala itu, nasab dan rupa adalah kehormatan. Maka Julaibib tumbuh sebagai orang yang terpinggirkan. Ia tidak duduk di majelis orang-orang terpandang. Ia jarang diajak bicara. Dunia seakan sepakat untuk menutup pintu baginya.

 

Namun Rasulullah ﷺ tidak pernah menilai manusia dengan timbangan dunia.

 

Allah berfirman:

 

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

(QS. Al-Hujurat: 13)

 

– Pandangan Nabi yang Berbeda

 

Rasulullah ﷺ sering mendekati Julaibib, mengajaknya berbicara, dan memperlakukannya dengan penuh kasih. Dalam pandangan Nabi ﷺ, Julaibib bukan manusia kelas dua. Ia adalah hamba Allah yang beriman.

 

Suatu hari, Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabat bahwa Julaibib layak untuk menikah. Beliau ﷺ bahkan mencarikan jodoh langsung untuknya.

 

Ketika Nabi ﷺ melamar seorang wanita Anshar untuk Julaibib, orang tuanya terkejut. Mereka berkata,

“Apakah Rasulullah ﷺ melamarnya untuk dirinya?”

 

Nabi ﷺ menjawab,

“Bukan. Aku melamarnya untuk Julaibib.”

 

Mereka ragu. Siapa Julaibib? Tidak tampan, tidak kaya, tidak terpandang. Namun sang ibu berkata dengan iman yang luar biasa:

 

“Jika ini pilihan Rasulullah ﷺ, maka kami ridha.”

 

Inilah buah keimanan: mendahulukan ridha Allah daripada penilaian manusia.

 

– Pernikahan yang Singkat, Tapi Penuh Makna

 

Julaibib menikah. Untuk pertama kalinya, ia merasakan diterima sebagai manusia seutuhnya. Untuk pertama kalinya, ia memiliki rumah, istri, dan harapan dunia.

 

Namun kebahagiaan itu tidak lama.

 

Belum lama ia menikah—bahkan dalam sebagian riwayat disebut belum sempat mencampuri istrinya—seruan jihad berkumandang.

 

Tanpa ragu, Julaibib mengambil pedangnya.

 

Ia tidak berkata:

 

. “Aku baru menikah.”

. “Izinkan aku menunda.”

. “Aku ingin menikmati dunia sebentar.”

 

Ia menjawab panggilan Allah.

 

Allah berfirman:

 

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman jiwa dan harta mereka dengan surga.”

(QS. At-Taubah: 111)

 

– Syahid yang Dicari Rasulullah ﷺ

 

Dalam sebuah peperangan (dalam riwayat Muslim disebutkan salah satu ghazwah), Julaibib bertempur dengan keberanian yang tak pernah disangka. Tubuhnya kecil, tetapi hatinya sebesar iman.

 

Ia berhasil membunuh beberapa musuh sebelum akhirnya gugur.

 

Setelah perang, Rasulullah ﷺ bertanya:

 

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”

 

Para sahabat menyebut nama-nama besar. Rasulullah ﷺ menggeleng.

 

“Akan tetapi aku kehilangan Julaibib.”

(HR. Muslim no. 2472)

 

Mereka mencarinya dan menemukan Julaibib terbaring di tanah, tubuhnya penuh luka.

 

Rasulullah ﷺ mendekap jasadnya, meletakkannya di atas kedua lengan beliau—tanpa tandu, tanpa perantara—lalu bersabda:

 

“Ini dariku dan aku darinya.”

(HR. Muslim)

 

Kalimat ini tidak pernah diucapkan Nabi ﷺ sembarangan. Para ulama menjelaskan, ini adalah puncak pujian dan kedekatan.

 

– Kemuliaan Syahid dan Bidadari Surga

 

Tentang syuhada, Rasulullah ﷺ bersabda:

 

“Bagi orang yang mati syahid ada enam keutamaan di sisi Allah… ia dinikahkan dengan bidadari surga.”

(HR. Tirmidzi, hasan shahih)

 

Dan Allah berfirman:

 

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Jangan kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup di sisi Rabb mereka dan diberi rezeki.”

(QS. Ali ‘Imran: 169)

 

Para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menjelaskan bahwa syahid mendapatkan kehidupan khusus di alam barzakh, penuh kenikmatan, kehormatan, dan sambutan malaikat.

 

Maka dalam kisah Julaibib, para ulama dan ahli hikmah menggambarkan bahwa ia disambut dengan kemuliaan yang luar biasa, hingga disebutkan secara maknawi bahwa bidadari surga berlomba menyambutnya—bukan karena rupanya, tetapi karena kejujuran imannya dan pengorbanannya.

 

Di dunia:

 

. Ia tak dipilih manusia

. Ia tak dipandang mata

. Ia tak diinginkan banyak orang

 

Di akhirat:

 

. Ia dipilih Allah

. Ia dipuji Rasulullah ﷺ

. Ia dimuliakan surga

 

 

Rasulullah ﷺ menguburkan Julaibib dengan tangannya sendiri. Dunia mungkin tak menangisinya, tetapi langit menyambutnya.

 

Julaibib membuktikan satu kebenaran abadi:

 

Surga bukan untuk yang paling tampan, tapi untuk yang paling taat.

Kemuliaan bukan pada rupa, tapi pada iman.

 

Jika engkau hari ini diremehkan, Jika engkau tidak dipilih dunia, Jika engkau merasa kecil di mata manusia,

 

ingatlah Julaibib.

 

Boleh jadi, namamu tidak terkenal di bumi,

tapi sedang ditulis indah di langit.

 

Seseorang yang Lebih Buruk dari Fir’aun dan Iblis

Seseorang yang Lebih Buruk dari Fir’aun dan Iblis

http://BURUSERGAPinfo my.id

Di suatu majelis ilmu, seorang murid bertanya kepada gurunya dengan wajah penuh heran:

“Guru, siapa manusia paling jahat yang pernah ada? Apakah Fir’aun? Ataukah Iblis?”

 

Sang guru terdiam lama. Lalu ia menjawab dengan suara pelan namun menusuk hati:

 

“Ada manusia yang lebih buruk dari Fir’aun dan bahkan lebih hina dari Iblis.”

 

Murid itu terkejut. Bagaimana mungkin?

 

– Fir’aun dan Iblis: Kejahatan yang Jelas

 

Fir’aun adalah simbol kezaliman. Ia mengaku sebagai tuhan, menindas Bani Israil, dan membunuh bayi-bayi lelaki. Allah berfirman:

 

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi…”

(QS. Al-Qashash: 4)

 

Iblis adalah simbol kesombongan. Ia menolak perintah Allah karena merasa lebih mulia.

 

أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Ia enggan dan menyombongkan diri, maka ia termasuk orang-orang kafir.”

(QS. Al-Baqarah: 34)

 

Namun… Fir’aun tahu Musa adalah nabi, dan Iblis tahu Allah adalah Tuhannya. Mereka tidak pura-pura baik. Mereka jahat secara terang-terangan.

 

– Siapakah yang Lebih Buruk dari Keduanya?

Sang guru melanjutkan:

 

“Yang lebih buruk adalah orang yang mengetahui kebenaran, tapi sengaja memutarbalikkannya demi dunia.”

 

Ia adalah orang yang:

 

. Tahu Al-Qur’an itu benar, tapi menjadikannya alat kepentingan

. Tahu agama, tapi menjual fatwa demi harta dan kekuasaan

. Mengajak orang lain pada kesesatan dengan nama kebenaran

 

Allah berfirman:

 

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya.”

(QS. Al-Baqarah: 42)

 

Fir’aun menyesatkan dengan kekuasaan.

Iblis menyesatkan dengan bisikan.

Namun orang ini menyesatkan dengan agama.

 

– Mengapa Lebih Buruk?

 

Fir’aun membunuh tubuh manusia.

Iblis merusak satu per satu jiwa.

Namun manusia munafik merusak iman banyak orang sekaligus.

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas umatku adalah pemimpin yang menyesatkan.”

(HR. Ahmad)

 

Dan Allah menyebut mereka dengan keras:

 

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ

“Sesungguhnya orang-orang munafik berada di tingkatan neraka yang paling bawah.”

(QS. An-Nisa: 145)

 

Fir’aun dan Iblis berada di neraka,

tetapi munafik berada di lapisan paling bawahnya.

 

– Ciri-ciri Manusia yang Lebih Buruk Itu

 

Ia mungkin:

 

. Rajin berbicara agama, tapi hatinya kosong dari takut kepada Allah

. Tampak alim di depan manusia, tapi zalim di balik layar

. Membela kebatilan dengan dalil yang dipelintir

. Mencari dunia dengan jubah akhirat

 

Rasulullah ﷺ bersabda:

 

“Akan datang suatu kaum yang membaca Al-Qur’an, namun tidak melewati tenggorokan mereka.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

– Cermin untuk Diri Kita

 

Sang guru menutup dengan kalimat yang

membuat majelis sunyi:

 

“Takutlah menjadi orang yang tahu kebenaran, tapi tak mau tunduk padanya.”

 

Karena Fir’aun dan Iblis jelas musuh Allah,

tetapi orang munafik bersembunyi di barisan hamba-Nya.

 

Semoga Allah melindungi kita dari:

 

. ilmu tanpa iman

. amal tanpa ikhlas

. dan agama yang diperdagangkan

 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

“Wahai Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.”

(QS. Ali Imran: 8)

. EDITING TB Hendy yustana

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa harta dan kemewahan dunia tidak menjamin kebahagiaan sejati

http://Burusergapinfo my id

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa harta dan kemewahan dunia tidak menjamin kebahagiaan sejati, dan tidak menjadikan seseorang lebih mulia di hadapan-Nya. QS. Al-Lail ayat 5-7 menyebutkan:

 

> “Adapun orang yang kikir dan merasa cukup dengan hartanya, dan mendustakan kebenaran (agama), maka Kami akan mempercepat baginya siksaan.” (QS. Al-Lail: 5-7)

 

Ayat ini mengajarkan bahwa kesombongan hati dan kikir bisa membawa kehancuran, sementara kesabaran dan ketaqwaan adalah jalan kebahagiaan.

 

 

– Kisah Orang Kaya yang Sombong

 

Di sebuah kota, hiduplah seorang orang kaya yang memiliki segalanya: rumah mewah, pakaian indah, kendaraan mewah, dan harta yang melimpah. Namun, hatinya penuh kesombongan dan kikir. Ia selalu memandang rendah orang miskin dan menolak setiap permintaan bantuan.

 

Suatu hari, seorang fakir datang meminta sedikit makanan atau bantuan. Orang kaya itu menatapnya dengan sinis dan berkata:

 

> “Pergilah! Aku tidak akan memberi sesuatu kepadamu. Aku bekerja keras untuk semua ini, bukan untuk orang-orang seperti kamu.”

 

Kesombongan orang kaya tidak hanya menolak fakir secara fisik, tetapi juga menunjukkan hati yang keras dan tertutup.

 

 

– Kisah Fakir yang Sabar

 

Fakir itu, meskipun hidup serba kekurangan, tetap sabar dan tawakal kepada Allah. Ia tidak pernah mengeluh atau menyimpan dendam kepada orang kaya. Ia selalu berusaha mencari rezeki halal, menjaga akhlak, dan bersyukur atas sedikit nikmat yang diterimanya.

 

Ia selalu berdoa:

 

> “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu dan ajarkan aku bersabar atas siksa orang yang zalim.”

 

Kesabaran dan keteguhan hatinya menjadi cahaya yang menyinari kehidupannya, meski dunia melihatnya sebagai orang lemah dan miskin.

 

 

– Kekuasaan Allah yang Menampakkan Diri

 

Suatu hari, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya yang mutlak kepada keduanya. Orang kaya yang sombong kehilangan sebagian besar hartanya secara tiba-tiba—dagangannya rugi, rumahnya rusak, dan ia merasakan ketakutan yang belum pernah dirasakannya.

 

Sementara itu, fakir yang sabar diberi rezeki dari arah yang tidak diduga: makanan, pekerjaan yang halal, dan ketenangan hati yang tiada tara. Ia menjadi teladan bagi banyak orang bahwa kekayaan sejati bukan diukur dari harta, tetapi dari ketakwaan dan kesabaran.

 

 

– Hikmah Kisah

 

Dari kisah ini, kita belajar beberapa pelajaran penting:

 

1. Kesombongan dan kikir membawa kerugian

Orang kaya yang sombong menolak orang lain dan lupa bahwa semua rezeki berasal dari Allah. Akhirnya, harta yang dimilikinya bisa sirna tanpa izin Allah.

 

2. Kesabaran dan tawakal membawa keberkahan

Fakir yang sabar tetap mendapatkan lindungan Allah, rezeki, dan ketenangan hati. Kesabaran menjadi kunci kebahagiaan sejati.

 

3. Kekuasaan Allah mutlak dan adil

Allah memberi dan mencabut sesuai kehendak-Nya. Harta, kedudukan, dan dunia hanyalah sementara. Yang kekal adalah iman, akhlak, dan amal shalih.

 

4. Rezeki dan karunia bisa datang dari arah tak terduga

Fakir yang tawakal akan selalu menemukan jalan rezeki yang halal dan berkah.

 

 

Kisah orang kaya dan fakir ini menjadi pengingat bagi kita bahwa harta dunia tidak boleh menutup hati dari keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan kepada Allah. Allah Maha Mengetahui siapa yang sabar dan siapa yang sombong.

 

Semoga kisah ini menginspirasi kita untuk:

 

Menjadi dermawan, rendah hati, dan sabar

 

Menjaga hati dari kesombongan dan kikir

 

Selalu berserah diri dan tawakal kepada Allah dalam setiap keadaan

 

اللهم اجعلنا من الصابرين والمتوكلين عليك 🤍

5 Tujuan Hidup Menurut Al-Qur’an yang Mengubah Cara Pandangmu

5 Tujuan Hidup Menurut Al-Qur’an yang Mengubah Cara Pandangmu

http://Burusergapinfo.my.id

Suatu hari, seorang lelaki tua duduk sendirian di sudut masjid setelah shalat Isya. Wajahnya lelah, bukan karena usia, tetapi karena hidup yang terasa hampa. Ia telah mengejar banyak hal: harta, jabatan, pujian manusia. Namun ketika malam sunyi datang, hatinya justru kosong. Ia bertanya dalam diam, “Untuk apa sebenarnya aku hidup?”

 

Pertanyaan itu bukan hanya miliknya. Itu adalah pertanyaan semua manusia.

 

Al-Qur’an datang bukan sekadar sebagai bacaan ibadah, tetapi sebagai peta tujuan hidup. Jika seseorang benar-benar memahaminya, hidupnya tak akan lagi sama. Berikut lima tujuan hidup menurut Al-Qur’an yang jika direnungi, akan mengubah cara pandang kita terhadap dunia, musibah, dan kematian.

 

1. Hidup untuk Beribadah kepada Allah

 

Allah berfirman:

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

(QS. Az-Zariyat: 56)

 

Banyak orang mengira ibadah hanya sebatas shalat, puasa, dan dzikir. Padahal dalam Islam, seluruh hidup bisa menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah.

 

Bekerja bukan sekadar mencari uang, tetapi menafkahi keluarga demi ketaatan. Menuntut ilmu bukan untuk gelar, tetapi agar semakin mengenal Allah. Bahkan senyum dan sabar menghadapi ujian pun tercatat sebagai ibadah.

 

Saat seseorang menyadari bahwa hidupnya adalah ladang ibadah, ia tak lagi mudah putus asa. Sebab ia tahu: tidak ada satu detik pun yang sia-sia jika dihadirkan untuk Allah.

 

2. Hidup sebagai Khalifah di Bumi

 

Allah berfirman:

 

إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”

(QS. Al-Baqarah: 30)

 

Manusia bukan sekadar penumpang di dunia. Kita adalah pemegang amanah. Dunia bukan milik kita, tetapi titipan.

 

Menjadi khalifah berarti:

 

. Menjaga keadilan

. Tidak merusak bumi

. Menolong yang lemah

. Menggunakan kekuasaan dan harta dengan tanggung jawab

 

Ketika seseorang memahami ini, ia tidak akan hidup serampangan. Ia sadar, setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban, sekecil apa pun.

 

3. Hidup untuk Diuji, Bukan Dimanjakan

 

Allah berfirman:

 

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.”

(QS. Al-Mulk: 2)

 

Musibah bukan tanda Allah membenci. Kesulitan bukan berarti doa tidak didengar. Hidup ini bukan tempat istirahat, tetapi ruang ujian.

 

Ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji dengan kekayaan. Ada yang diuji dengan kehilangan, ada pula yang diuji dengan pujian.

 

Orang yang memahami tujuan ini tidak akan bertanya, “Mengapa aku?”

Ia akan bertanya, “Bagaimana aku harus bersikap?”

 

Karena ia tahu, nilai hidup bukan pada seberapa nyaman, tetapi seberapa sabar dan taat saat diuji.

 

4. Hidup untuk Mengenal Allah dan Kebenaran

 

Allah berfirman:

 

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri.”

(QS. Fussilat: 53)

 

Hidup bukan hanya tentang memiliki, tetapi memahami. Alam semesta, tubuh manusia, pergantian siang dan malam—semuanya adalah ayat.

 

Orang yang hidup hanya mengejar dunia akan melihat matahari sebagai panas semata. Tapi orang beriman melihatnya sebagai tanda kebesaran Allah.

 

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin kecil dunia di matanya, dan semakin besar akhirat di hatinya.

 

5. Hidup untuk Kembali kepada Allah

 

Allah berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ

“Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka pasti engkau akan menemui-Nya.”

(QS. Al-Insyiqaq: 6)

 

Setiap langkah mendekatkan kita pada satu pertemuan: pertemuan dengan Allah.

 

Orang yang menyadari ini tidak akan menunda taubat. Ia tidak akan sombong saat sukses, dan tidak putus asa saat gagal.

 

Karena ia tahu:

hidup ini perjalanan, bukan tujuan.

Rumah sejati adalah akhirat.

 

 

– Hidupmu Akan Berubah Jika Tujuannya Benar

 

Lelaki tua di masjid itu akhirnya tersenyum. Bukan karena masalahnya hilang, tetapi karena ia menemukan arah. Hidupnya tak lagi kosong, sebab ia tahu ke mana ia melangkah.

 

Jika tujuan hidupmu benar,

lelah pun terasa bernilai,

air mata pun terasa bermakna,

dan kematian pun bukan lagi sesuatu yang menakutkan.

 

Karena hidupmu bukan tentang dunia,

tetapi tentang Allah dan pertemuan dengan-Nya.

Editing TB Hendy yustana

Dokter Tifa Surati Trump Kasus Ijazah

 

Suaracom –http://Burusergapinfo.my.id

Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) sempat bersurat ke lembaga – lembaga Indonesia hingga luar negeri, terkait kasus dugaan ijazah palsu milik Presiden ke 7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Kasus ijazah Jokowi tersebut sudah menjerat nama Dokter Tifa.

Pihaknya tidak diam saja, Dokter Tifa berkirim surat ke Presiden Prabowo, DPR, Komnas HAM, United Nations, Amnesti Internasional hingga Human Right Watch.

Tak hanya itu, rupanya Dokter Tifa juga berani menyurati Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Lantas apa yang membuat Dokter Tifa berani bersurat ke Presiden Trump?

Rupanya Dokter Tifa menyimpan sebuah kisah yang kini ia merasa sedang menghadapi situasi yang sama.

Dokter Tifa menceritakan bahwa pada Tahun 1998, ada sebuah peristiwa kriminalisasi terhadap seorang akademisi.

Kasus kriminalisasi itu rupanya berakhir dengan dibebaskannya oleh Kongres dan para Senator, usai sang akademisi mendekam di rutan selama 4 bulan.

“Kalau soal Presiden Trump itu sederhana. Tahun 1998 itu ada sebuah peristiwa kriminalisasi terhadap akademisi, Prof Sri Bintang Pamungkas waktu itu. Beliau itu juga dipenjarakan tanpa kasus yang jelas, pokoknya 4 bulan dirutankan. Sampai kemudian yang membebaskan itu 15 Kongresmen, 15 senator dari US mengirim surat kepada Presiden BJ Habibie waktu itu,” cerita Dokter Tifa, dikutip dari youtube Lider Channel TV, Sabtu (30/8/25).

Menurut Dokter Tifa, zaman sudah mulai berubah, tidak ada lagi pembatas antar dunia karena kecanggihan sosial media.

“Nah ini yang mau saya ulang disini. Orang itu kan suka pada kurang update ya, sekarang dunia itu, 200 negara itu Cuma just a name saja. Kita ini dengan twitter, kita ini dengan facebook, dengan Instagram sudah disatukan menjadi negara dunia,” terangnya.

Dokter Tifa mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu berbicara langsung dengan Kongres maupun Senator

Pihaknya justru mengatakan bahwa sudah ada salah satu senator yang akan membantunya untuk bersurat kepada Presiden Trump.

“Saya enggak harus bicara dengan Kongresmen, enggak perlu. Buktinya salah satu senator Namanya Alex Padila sudah konsen disini dan dia sampaikan akan bersurat kepada Presiden Trump,” akunya.

“Nah, karena dia bersurat kepada Presiden Trump, ya kita ikuti dengan bersurat ke Presiden Trump,” tambahnya.

Sumber: Suaracom

Editing TB Hendy yustana

Mesir berada di bawah kekuasaan seorang raja yang sangat zalim: Firaun.

Mesir _ http://BURUSERGAPinfo.my.id

Pada masa itu, Mesir berada di bawah kekuasaan seorang raja yang sangat zalim: Firaun. Ia bukan hanya mengaku sebagai penguasa tertinggi, tetapi juga berani menyebut dirinya sebagai tuhan. Kekejamannya terkenal ke seluruh negeri, terutama terhadap Bani Israil, yang dijadikannya budak dan diperlakukan dengan kejam.

 

Suatu malam, Firaun bermimpi melihat api besar datang dari arah Bani Israil, lalu api itu membakar istana dan rakyat Mesir, namun tidak menyentuh sedikit pun Bani Israil. Para ahli nujum dan penasihat istana menafsirkan mimpi itu sebagai pertanda akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang kelak menjadi sebab kehancuran kekuasaan Firaun.

 

Mendengar tafsir itu, Firaun murka dan takut. Ia pun mengeluarkan perintah kejam:

setiap bayi laki-laki dari Bani Israil harus dibunuh, sementara bayi perempuan dibiarkan hidup. Bayi yang Diselamatkan Allah

 

Di tengah ketakutan itu, lahirlah seorang bayi laki-laki dari keluarga Bani Israil—dialah Musa عليه السلام. Ibunya sangat cemas. Namun Allah mengilhamkan kepadanya agar menyusui Musa, lalu ketika bahaya datang, meletakkannya ke dalam peti dan menghanyutkannya di Sungai Nil, dengan janji bahwa Allah akan mengembalikannya dalam keadaan aman.

 

Dengan hati bergetar, sang ibu melaksanakan perintah itu. Peti kecil berisi bayi Musa hanyut mengikuti arus sungai, hingga akhirnya terdampar di sekitar istana Firaun

Bayi di Istana Musuhnya

Peti itu ditemukan oleh istri Firaun, Asiyah, seorang wanita beriman yang lembut hatinya. Saat membuka peti dan melihat wajah bayi Musa, hatinya langsung tersentuh.

 

Ia berkata kepada Firaun:

 

> “Ia adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, boleh jadi ia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan ia anak.”

(QS. Al-Qashash: 9)

 

Tanpa sadar, Firaun justru memelihara anak yang kelak akan menghancurkan kekuasaannya sendiri. Musa Kecil Menarik Janggut Firaun

Suatu hari, saat Musa masih kecil dan berada di pangkuan Firaun, terjadi peristiwa yang menggemparkan istana. Dengan polosnya, Musa kecil meraih janggut Firaun dan menariknya dengan kuat.

Firaun terkejut dan marah besar. Wajahnya memerah, dadanya bergemuruh. Ia merasa dihina oleh seorang anak kecil. Dengan suara penuh amarah, Firaun berkata:

> “Ini pasti anak yang akan menghancurkan kerajaanku! Bunuh dia sekarang!”Para pengawal pun bersiap melaksanakan perintah itu

Ujian Bara Api dan Permata

 

Namun, Asiyah segera maju menenangkan Firaun. Dengan kebijaksanaan dan kelembutan, ia berkata:

 

> “Wahai Raja, dia masih bayi. Ia belum mengerti apa yang dilakukannya. Jika engkau ragu, ujilah dia.”

 

Asiyah lalu meminta dua benda: bara api dan permata yang berkilau. Keduanya diletakkan di hadapan Musa kecil. Jika Musa memilih permata, berarti ia memiliki kecerdasan dan kesengajaan. Namun jika ia memilih bara api, berarti ia hanyalah bayi yang belum paham.

 

Musa kecil awalnya meraih permata, tetapi Allah menakdirkan tangannya beralih ke bara api. Ia memasukkan bara itu ke dalam mulutnya, hingga lidahnya terluka.

 

Sejak saat itu, ucapan Musa menjadi sedikit pelo, sebagaimana kelak ia sebutkan dalam doanya:

 

> “Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.”

(QS. Thaha: 27)

 

Firaun pun mengurungkan niatnya membunuh Musa.Pelajaran Besar dari Kisah Ini Allah menyelamatkan Nabi Musa di rumah musuhnya sendiri. Firaun membesarkan orang yang kelak akan menenggelamkannya. Kekuasaan manusia tak pernah mampu mengalahkan takdir Allah.

Kisah ini mengajarkan bahwa:

Rencana Allah selalu lebih kuat dari tipu daya manusia

Anak kecil pun bisa menjadi bagian dari rencana besar Ilahi

Kesabaran dan keimanan akan selalu berbuah keselamatan

#KisahIslami

seorang ibuk rela menusuk nusuk wajah anaknya

Ya ampun… seorang ibuk relamenusuk nusuk wajah anaknya…

tiongkok http://Burusergapinfo.my.id

Tusukan gunting oleh ibuknya itu mengenai sebagian besar di wajahnya.

Ini terjadi karena bayi itu menggigit puting ibunya saat ia menyusui.

 

Xiau bau.nama bayi itu membutuhkan lebih dari 100 jahitan setelah insident di xuzuo prpvinsi jiansu tiongkok timur…

Bayi delapan bulan itu tinggal bersama ibunya dan dua pamannya,yang hidup dari pembuat sampah daur ulang..

 

Salah satu pamannya menemukan xiau bau,

Berbaring dalam genangan dar4h di halaman rumah merekah,

 

Lalu membawanya ke rumah sakit.

 

Ibu bayi itu kemudian mengaku bahwa dia men*kam bayinya setelah ia di g1g1t selama menyusui bayi itu….

 

Lepas dari penyakit mental yang di derita oleh ibu bayi itu,sindrom beby blus

 

Memang menghantui banyak ibu

Yang baru saja melahirkan..

Salah satu yang bisa di lakukan ole ibu akibat sindrom baby blus adalah ia relah menyakiti dirinya sendiri..dan bisa menyebabkan bunu d1r1…..

.#tetap_kuat_dan_selalu_happy_hindari_setres_untuk_para_moms_diluar_sana

EDITING TB Hendy yustana