• Sel. Apr 21st, 2026

Burusergapinfo

Tajam Aktual Intelektual Pemberani

Top Tags

Mesir berada di bawah kekuasaan seorang raja yang sangat zalim: Firaun.

ByPenerbit Berita Update

Des 23, 2025

Mesir _ http://BURUSERGAPinfo.my.id

Pada masa itu, Mesir berada di bawah kekuasaan seorang raja yang sangat zalim: Firaun. Ia bukan hanya mengaku sebagai penguasa tertinggi, tetapi juga berani menyebut dirinya sebagai tuhan. Kekejamannya terkenal ke seluruh negeri, terutama terhadap Bani Israil, yang dijadikannya budak dan diperlakukan dengan kejam.

 

Suatu malam, Firaun bermimpi melihat api besar datang dari arah Bani Israil, lalu api itu membakar istana dan rakyat Mesir, namun tidak menyentuh sedikit pun Bani Israil. Para ahli nujum dan penasihat istana menafsirkan mimpi itu sebagai pertanda akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang kelak menjadi sebab kehancuran kekuasaan Firaun.

 

Mendengar tafsir itu, Firaun murka dan takut. Ia pun mengeluarkan perintah kejam:

setiap bayi laki-laki dari Bani Israil harus dibunuh, sementara bayi perempuan dibiarkan hidup. Bayi yang Diselamatkan Allah

 

Di tengah ketakutan itu, lahirlah seorang bayi laki-laki dari keluarga Bani Israil—dialah Musa عليه السلام. Ibunya sangat cemas. Namun Allah mengilhamkan kepadanya agar menyusui Musa, lalu ketika bahaya datang, meletakkannya ke dalam peti dan menghanyutkannya di Sungai Nil, dengan janji bahwa Allah akan mengembalikannya dalam keadaan aman.

 

Dengan hati bergetar, sang ibu melaksanakan perintah itu. Peti kecil berisi bayi Musa hanyut mengikuti arus sungai, hingga akhirnya terdampar di sekitar istana Firaun

Bayi di Istana Musuhnya

Peti itu ditemukan oleh istri Firaun, Asiyah, seorang wanita beriman yang lembut hatinya. Saat membuka peti dan melihat wajah bayi Musa, hatinya langsung tersentuh.

 

Ia berkata kepada Firaun:

 

> “Ia adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, boleh jadi ia bermanfaat bagi kita atau kita jadikan ia anak.”

(QS. Al-Qashash: 9)

 

Tanpa sadar, Firaun justru memelihara anak yang kelak akan menghancurkan kekuasaannya sendiri. Musa Kecil Menarik Janggut Firaun

Suatu hari, saat Musa masih kecil dan berada di pangkuan Firaun, terjadi peristiwa yang menggemparkan istana. Dengan polosnya, Musa kecil meraih janggut Firaun dan menariknya dengan kuat.

Firaun terkejut dan marah besar. Wajahnya memerah, dadanya bergemuruh. Ia merasa dihina oleh seorang anak kecil. Dengan suara penuh amarah, Firaun berkata:

> “Ini pasti anak yang akan menghancurkan kerajaanku! Bunuh dia sekarang!”Para pengawal pun bersiap melaksanakan perintah itu

Ujian Bara Api dan Permata

 

Namun, Asiyah segera maju menenangkan Firaun. Dengan kebijaksanaan dan kelembutan, ia berkata:

 

> “Wahai Raja, dia masih bayi. Ia belum mengerti apa yang dilakukannya. Jika engkau ragu, ujilah dia.”

 

Asiyah lalu meminta dua benda: bara api dan permata yang berkilau. Keduanya diletakkan di hadapan Musa kecil. Jika Musa memilih permata, berarti ia memiliki kecerdasan dan kesengajaan. Namun jika ia memilih bara api, berarti ia hanyalah bayi yang belum paham.

 

Musa kecil awalnya meraih permata, tetapi Allah menakdirkan tangannya beralih ke bara api. Ia memasukkan bara itu ke dalam mulutnya, hingga lidahnya terluka.

 

Sejak saat itu, ucapan Musa menjadi sedikit pelo, sebagaimana kelak ia sebutkan dalam doanya:

 

> “Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku.”

(QS. Thaha: 27)

 

Firaun pun mengurungkan niatnya membunuh Musa.Pelajaran Besar dari Kisah Ini Allah menyelamatkan Nabi Musa di rumah musuhnya sendiri. Firaun membesarkan orang yang kelak akan menenggelamkannya. Kekuasaan manusia tak pernah mampu mengalahkan takdir Allah.

Kisah ini mengajarkan bahwa:

Rencana Allah selalu lebih kuat dari tipu daya manusia

Anak kecil pun bisa menjadi bagian dari rencana besar Ilahi

Kesabaran dan keimanan akan selalu berbuah keselamatan

#KisahIslami

By Penerbit Berita Update

Penanggung jawab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *