Burusergapinfo.com
Muara Bungo – Pemerintah Kabupaten Bungo menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan HIV dengan tema “Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor dan Layanan Terintegrasi untuk Eliminasi TBC 2030 dan Pengendalian HIV di Kabupaten Bungo”, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bungo, Deddy Irawan, yang hadir mewakili Bupati Bungo. Dalam sambutannya, Deddy Irawan menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan eliminasi TBC dan pengendalian HIV di Kabupaten Bungo.
Ia juga mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah, camat, lurah, kepala dusun, tenaga kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat untuk aktif memberikan penyuluhan dan edukasi mengenai bahaya TBC dan HIV serta langkah-langkah pencegahannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, dr. H. Safaruddin Matondang, M.PH, perwakilan camat dan lurah se-Kabupaten Bungo, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kepala puskesmas, tenaga kesehatan (nakes), Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bungo Tabroni, Kepala Basarnas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut dibahas berbagai strategi percepatan penanggulangan TBC dan HIV, mulai dari peningkatan deteksi dini kasus, penguatan layanan kesehatan yang terintegrasi, pendampingan pasien hingga tuntas pengobatan, hingga peningkatan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit menular.

Salah satu hasil penting rapat ini adalah kesepakatan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanggulangan TBC dan HIV Kabupaten Bungo yang melibatkan berbagai sektor. Satgas tersebut nantinya bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program, melakukan pemantauan dan evaluasi, serta memastikan seluruh kegiatan penanggulangan TBC dan HIV berjalan efektif hingga ke tingkat kecamatan dan desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, dr. H. Safaruddin Matondang, M.PH, menyampaikan bahwa keberhasilan eliminasi TBC dan pengendalian HIV tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi semua pihak. Dengan kerja sama yang kuat, kita optimistis target eliminasi TBC tahun 2030 dan pengendalian HIV dapat tercapai,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pembentukan Satgas khusus tersebut, Pemerintah Kabupaten Bungo berharap terbangun komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera, sekaligus mencapai target Eliminasi TBC Tahun 2030 serta menekan angka penyebaran HIV di Kabupaten Bungo.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bungo, Tabroni, menegaskan bahwa upaya percepatan penanggulangan TBC dan HIV harus diiringi dengan penyuluhan yang masif dan berkelanjutan kepada masyarakat. Menurutnya, sosialisasi tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga harus menjangkau lingkungan kampus, sekolah, tempat-tempat hiburan, hingga ke tingkat desa dan dusun.
“Penyuluhan harus dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat memahami bahaya TBC dan HIV serta cara pencegahannya. Edukasi ini perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga masyarakat di desa-desa,” tegas Tabroni.
Ia juga menilai keterlibatan lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah desa sangat penting dalam mendukung keberhasilan program eliminasi TBC tahun 2030 dan pengendalian HIV di Kabupaten Bungo. Dengan penyuluhan yang merata dan berkesinambungan, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga penyebaran penyakit dapat ditekan secara efektif.(jufri)















Tinggalkan Balasan