BANYUASIN , INFOMUSI.COM, — Narasi “jalan mulus” yang sebelumnya digaungkan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, kini berbalik menghantam. Di saat sejumlah ruas strategis dilaporkan masih rusak dan bergelombang, pilihan sang gubernur menggunakan helikopter saat kunjungan ke Banyuasin justru memantik kecurigaan publik: ada realita yang tak ingin dilihat dari bawah.
Kontras itu terlihat mencolok. Dari udara, perjalanan menuju lokasi peringatan HUT ke-24 Banyuasin berlangsung mulus tanpa hambatan. Namun di darat, keluhan soal jalan Palembang–Pangkalan Balai hingga lintas Palembang–Betung terus berulang—retak, bergelombang, dan jauh dari standar layak.

Sejumlah warga menilai, keputusan menghindari jalur darat bukan sekadar soal efisiensi waktu, melainkan mencerminkan jarak antara klaim pemerintah dan kondisi riil di lapangan. Pernyataan “jalan mulus jelang Lebaran” kini dipertanyakan, bahkan dianggap tidak selaras dengan fakta yang dirasakan masyarakat setiap hari.
“Kalau memang mulus, kenapa tidak lewat darat sekalian melihat langsung?” ujar salah satu warga, menyuarakan kekecewaan yang kini meluas.
Sorotan ini berkembang menjadi kritik yang lebih dalam: bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kredibilitas dan komitmen. Di tengah tekanan publik, satu hal menjadi terang—perbedaan antara apa yang dikatakan dan apa yang dirasakan kini tak lagi bisa ditutupi, bahkan dari ketinggian sekalipun.