Selasa, 23 Juni 2026
Aliaga5, Padang Lawas | https_//Burusergapinfo My.id

Jembatan penghubung jalan poros Desa Ujung Batu 1 ke Desa Ujung Batu 5 Aliaga, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, amblas pada Selasa 23 Juni 2026 pukul 13.35 WIB. Kejadian itu memutus akses utama warga sekaligus menghentikan distribusi hasil pertanian, terutama tandan buah segar sawit.

Kondisi jembatan rusak parah

Pantauan awak media di lokasi, jembatan yang dibangun Pemerintah Kabupaten Padang Lawas tahun 2016 itu kini ambruk ke bawah. Bagian tengah jembatan turun dan badan jalan retak parah. Akibatnya, jembatan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali. Puing-puing beton dan besi terlihat menggantung di sisi sungai.
H.Supardi, Kepala Desa Ujung Batu 5 Aliaga, menjelaskan kronologi amblasnya jembatan. “Pondasi jembatan turun akibat hujan deras semalaman. Tanah di bawah pondasi tergerus air, akhirnya struktur tidak kuat menahan beban dan amblas,” terangnya di lokasi kejadian, Selasa sore. Menurutnya, debit air sungai meningkat signifikan sejak Senin malam, mengikis tanah penyangga.
Amblasnya jembatan langsung melumpuhkan aktivitas warga. Jalan poros itu merupakan satu-satunya akses penghubung antar desa dan jalur utama truk pengangkut TBS sawit dari kebun warga. Dengan putusnya jembatan, distribusi hasil panen terhenti. Warga juga kesulitan beraktivitas ke desa tetangga untuk urusan sekolah, berobat, hingga jual-beli harian.
Erros, warga Desa Ujung Batu 5 Aliaga, mengaku resah. “Jembatan ini roda perekonomian kami. Kalau putus begini, sawit tidak bisa keluar, harga di tingkat petani pasti jatuh. Kami sangat-sangat berharap Pemkab serius menindaklanjuti. Tolong segera dibangun jembatan yang permanen dan kokoh,” pintanya.
Merasa darurat, H.Supardi bersama warga gotong royong menyewa alat ekskavator untuk membuat akses sementara. “Kami buat jembatan darurat pakai batang kelapa agar bisa dilalui warga pejalan kaki, sepeda motor, dan truk TBS sawit. Tapi ini sifatnya darurat, tidak kuat untuk beban berat terus-menerus,” ujar H.Supardi. Warga kini bergiliran berjaga di lokasi untuk mengatur jembatan darurat agar tidak terjadi kecelakaan.
Hingga berita ini diturunkan, kerugian akibat amblasnya jembatan belum bisa dihitung. Namun dampak ekonomi ke petani sawit diperkirakan besar jika perbaikan memakan waktu lama.
Ibnu Khotob SE, Anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas dari Fraksi Golkar, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. “Sudah koordinasi dengan Sekda, Binamarga, Pemkab Padang Lawas, dan kepada PMA Putera Mahkota Alam Hasibuan SE. Bupati Padang Lawas, Belum dapat dikoordinasikan karena menunggu H.Supardi Kepala Desa Ujung Batu 5 Aliaga,” ucap Khotob.
Warga kini menunggu langkah cepat Pemkab Padang Lawas untuk membangun jembatan permanen, mengingat jembatan darurat hanya mampu bertahan sementara dan risiko ambruk kembali masih tinggi saat hujan turun.
Reporter : Subandi



