,

Pemkab Palas Gelontorkan Rp 9,5 Miliar DAK 2026 untuk Rekonstruksi Jalan Strategis Nagabonar–Transpir Sosa II

Minggu, 31 Mei 2026
Sosa Timur,PADANG LAWAS | https_//BurusergapINFO my.id
Pemerintah Kabupaten Padang Lawas resmi tancap gas membangun infrastruktur. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga, proyek rekonstruksi jalan strategis SP Provinsi Nagabonar–Transpir Sosa II mulai dikerjakan. Anggaran yang digelontorkan tidak main-main: Rp9.544.959.000 atau Rp9,5 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Khusus DAK Tahun Anggaran 2026.
Informasi ini terkonfirmasi dari papan proyek yang terpasang di lokasi pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 18.21 WIB. Papan itu menjadi bukti keterbukaan informasi publik, sekaligus ajakan bagi warga untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan.
Pekerjaan fisik dipercayakan kepada CV. Dwi Lestari sebagai kontraktor pelaksana. Sementara untuk pengawasan mutu dan teknis di lapangan, Pemkab menunjuk CV. Polo Consultant. Keduanya bertugas memastikan Rp9,5 miliar anggaran negara dikerjakan sesuai spesifikasi.
Kontrak kerja bernomor 620/01/SPKKHS/DAK/BM/IV/2026 sudah diteken sejak 17 April 2026. Dengan durasi 147 hari kalender, target penyelesaian jatuh sekitar pertengahan September 2026. Jika tepat waktu, warga Sosa Timur dan Hutaraja Tinggi bisa segera menikmati jalan mulus sebelum akhir tahun.
Pantauan awak media Burusergapinfo my.id di lapangan, pekerjaan tidak hanya sekadar pengerasan jalan. Rasyid Nasution, salah satu pekerja, menjelaskan proses saat ini fokus pada pengerasan jalan timbunan sertu dari SP Nagabonar menuju Transpir IIA. Material sertu didatangkan langsung dari Aek Tinga, Kecamatan Sosa, dan Sibuhuan.
“Proyek jalan dan drainase serta jembatan satu paket bersama jalan dari Simpang Naga Bonar Sosa Timur menuju Transpir II A Hutaraja Tinggi Kabupaten Padang Lawas Sumatera Utara,” ujar Andi Ilyas Hasibuan yang bertugas sebagai pengawas lapangan.
Artinya, warga akan mendapat tiga manfaat sekaligus: badan jalan yang lebih kokoh, sistem drainase yang mengurangi genangan, dan jembatan yang memperkuat konektivitas antar desa.
Lokasi proyek membentang di dua wilayah: Kecamatan Hutaraja Tinggi dan Kecamatan Sosa Timur. Ruas Nagabonar–Transpir Sosa II selama ini jadi keluhan warga. Kondisi jalan kerap rusak parah, berlumpur, dan sulit dilalui saat musim hujan. Akibatnya, mobilitas terhambat, ongkos angkut hasil pertanian mahal, dan akses ke fasilitas umum seperti puskesmas atau sekolah jadi terbatas.
Dengan rekonstruksi ini, Pemkab Palas menargetkan tiga dampak ekonomi langsung: mobilitas warga lebih lancar, distribusi hasil tani seperti sawit, karet, dan padi lebih cepat, serta harga jual di tingkat petani bisa lebih baik karena biaya transport turun.
Kalimat tegas tertera di bagian bawah papan proyek: “Proyek ini dibangun dari hasil pembayaran pajak dan retribusi Anda”. Pesan itu sengaja dipasang Dinas PUPR Palas sebagai pengingat. Infrastruktur yang dinikmati hari ini adalah hasil kontribusi masyarakat sendiri.
Pemasangan papan informasi juga sesuai aturan keterbukaan publik. Warga berhak tahu berapa nilai kontraknya, siapa pelaksananya, berapa lama pengerjaannya, dan bagaimana kualitasnya. Jika ada ketidaksesuaian di lapangan, masyarakat bisa langsung melapor.
Kabar dimulainya proyek disambut positif warga sekitar. Harapan mereka sederhana: kontraktor bekerja sesuai gambar dan spesifikasi, tidak ada pengurangan volume, dan selesai tepat 147 hari kalender tanpa molor.
Pengawasan ketat dari CV. Polo Consultant dan partisipasi masyarakat jadi kunci. Dengan anggaran DAK 2026 yang besar, semua ingin memastikan Rp9,5 miliar ini benar-benar berubah jadi jalan yang awet dan bermanfaat, bukan sekadar proyek seremonial.
Jika berjalan sesuai rencana, pertengahan September 2026 ruas Nagabonar–Transpir Sosa II akan berubah wajah. Dari jalan rusak yang ditakuti saat hujan, menjadi akses penghubung andalan warga Palas bagian timur.
Reporter : Subandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *