Padang Lawas | Burusergapinfo my.id
Warga Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) di Desa Ujung Batu V ( Lima ) Aliaga,Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, Minggu 8 Maret 2026 menghadapi tantangan besar dalam mengakses lahan sawit mereka. PT VAL (PT PHI) memalang jalan utama yang digunakan warga untuk membawa bibit sawit, bahkan membuat parit gajah di pinggir jalan untuk menghambat aktivitas mereka.
Warga TSM, yang dipimpin oleh Erros dan Erli Sakti Simanjuntak, tidak menyerah. Mereka mendirikan posko untuk memantau situasi dan menunjukkan kekompakan. Meskipun posko sempat dirusak, warga TSM berhasil mendirikan kembali dan memasang spanduk Koperasi Tani Jaya sebagai simbol perjuangan mereka.
Koperasi Tani Jaya, bekerja sama dengan Yayasan Riandja Sangap Gabe Arta, telah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan meminta perlindungan untuk warga TSM. H. Albiner Sitompul, pemimpin Yayasan, menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang untuk hak-hak warga TSM.
Warga TSM berharap PT VAL dapat membuka akses jalan dan tidak mengganggu aktivitas mereka lagi. Mereka hanya ingin hidup dengan layak dan mengelola lahan mereka sendiri. Kejadian ini telah menarik perhatian masyarakat dan pemerintah setempat, yang meminta agar PT VAL dapat bertanggung jawab atas tindakan mereka. Warga TSM terus berjuang dan berharap agar keadilan dapat ditegakkan.
H. Albiner Sitompul juga menyatakan bahwa pihaknya telah membuat laporan ke Menteri Transmigrasi RI terkait permasalahan TSM dengan PT VAL. “Kami akan terus berjuang dan tidak akan membiarkan warga TSM diintimidasi,” katanya.
Warga TSM juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar dan organisasi kemasyarakatan. Mereka berharap agar pemerintah dapat turun tangan dan menyelesaikan masalah ini dengan adil. Perjuangan warga TSM ini menjadi contoh bagi masyarakat lain yang menghadapi masalah serupa. Mereka menunjukkan bahwa dengan kesolidan dan keteguhan, mereka dapat menghadapi tantangan dan mencapai keadilan.
Reporter : Subandi

