Seluruh Senpi Organik Polri Pada Polres Batu Bara Diperiksa Mabes, Seluruhnya Mantap.

Seluruh Senpi Organik Polri Pada Polres Batu Bara Diperiksa Mabes, Seluruhnya Mantap.

Sumatra Utara Batu Barahttp://BuruSergapINFO.my.id

( Media Target 86 News Com )- Di balik kesiapan Anggota Polri, ada pengawasan ketat yang tak pernah berhenti. Seperti yang dilakukan Mabes Polri saat mengecek langsung senjata api di Polres Batu Bara, hasilnya memuaskan. Keseluruhan senjata api organik Polri pada Polres Batu Bara dinyatakan aman, lengkap, dan terawat.

Tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri bersama Staf Logistik (Slog) Mabes Polri melaksanakan pengecekan senjata api (senpi) di jajaran Polres Batu Bara. Sabtu (18/4/2026) pukul 11.00 Wib.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan internal guna memastikan penggunaan senpi tetap sesuai prosedur dan bebas dari penyimpangan.

Tim Pemeriksaan dipimpin Penyelidik Pengamanan Internal Madya TK III Paminal Divpropam Mabes Polri, Kombes Pol Herry Affandi, S.I.K., M.M dan didampingi oleh perwakilan Slog Mabes Polri AKBP Teguh.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari tertib administrasi, kondisi fisik senjata, hingga kesesuaian data inventaris di tingkat Polres, Polsek, dan Senjata yang di pinjam pakai oleh Personil.

Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson H. H. Nainggolan, S.H., M.H., mengatakan sangat menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Divpropam dan Slog Polri, guna memastikan pengawasan penggunaan Senpi hingga ke jajaran wilayah secara menyeluruh menjadi lebih efisien.

Kapolres Batu Bara menyatakan pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kelengkapan dan kondisi senjata api serta amunisi benar-benar terjaga dengan baik, terdata secara akurat, dan tidak terjadi penyimpangan maupun penyalahgunaan Senpi.

“Tim dari Divpropam dan Slog Polri turun langsung melakukan pemeriksaan di Polres Batu Bara sehingga kita bisa menampilkan bahwa Pemeliharaan dan Perawatan Senpi kita sesuai SOP yang berlaku” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang sangat baik di seluruh jajaran.

“Benar demikian, hasil pengecekan oleh Tim menunjukkan semuanya bersih, senjata dan amunisi terjaga dengan baik sesuai dengan data yang telah dilaporkan, baik di tingkat Polres, Polsek, maupun personel. Hal ini merupakan tindak lanjut oleh Arahan Pimpinan yang terus kami pedomani, sehingga seluruh Personil dapat memaksimalkan perawatan keseluruhan Senpi yang ada” Ujar AKBP Doly.

Terakhir AKBP Doly juga mengingatkan seluruh personelnya agar menjaga disiplin, kewaspadaan, serta tanggung jawab dalam penggunaan senjata api agar jangan lengah, terus di tingkatkan yang sudah berjalan dengan baik.

“Saya tegaskan kepada seluruh anggota, gunakan senjata api sesuai dengan SOP dan penuh rasa tanggung jawab. Tidak boleh ada kelalaian dan pelanggaran sekecil apa pun terkait dengan Senjata Api” tutupnya. ( Informasi Yang Di Himpun Oleh Tim Penashat Hukum Media Target 86 News Com) Bapak Ismail Sitompul ,SH, MH, Bersama Ibuk Imelda Rahmayeni ,SH, Dan Ibuk Asli Yanti,SE)

30 Tahun Terabaikan: Jalan Provinsi Sumut Simpang PTPN 4 Sibodak–Sosa Timur Rusak Parah, Jembatan Aek Tinga Tak Layak Pakai tapi Luput dari Perhatian

Padang Lawas | BurusergapINFO my.id

Foto : Jln Tanjung Ale menuju Transpir 1A Sosa Timur
Foto : Jln Tanjung Ale menuju Transpir 1A Sosa Timur

Sudah 3O tahun warga yang melintasi Jalan Provinsi Sumatera Utara ruas Simpang PTPN 4 Sibodak menuju Sosa Timur menjerit meminta perhatian pemerintah. Kondisi infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat itu kian hari kian memprihatinkan. Sabtu, 18 April 2026

Pantauan di lapangan burusergapinfo my.id,  menunjukkan badan jalan masih berupa hamparan bebatuan lepas. Saat musim kemarau, debu pekat dan batu tajam menyulitkan pengendara. Ketika hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur setinggi mata kaki orang dewasa. Kendaraan roda dua maupun roda empat kerap terjebak, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerusakan.

Menurut keterangan sejumlah tokoh masyarakat Sosa Jae, kerusakan jalan ini sudah berlangsung sejak 1989. “Dari saya masih bujang sampai sekarang sudah punya cucu, jalan ini ya begini saja. Batu semua. Kalau hujan, kami dorong kereta lewat lumpur,” ujar.warga Desa Transpir 1A

Jalan tersebut merupakan akses utama warga dari Simpang PTPN 4 Sibodak, Sosa Jae, menuju Desa Transpir 1A dan desa sekitarnya. Selain digunakan masyarakat umum, jalur ini juga menjadi lintasan anak sekolah, distribusi hasil pertanian sawit dan karet, serta akses layanan kesehatan darurat. Saat kondisi terparah, ambulans tidak bisa melintas dan warga terpaksa menandu pasien sejauh 3 km ke titik jalan yang lebih baik.

 

Foto : Jembatan Aek Tinga { Conoco } keadaan nya darurat
Foto : Jembatan Aek Tinga { Conoco } keadaan nya darurat

Belum selesai keluhan soal jalan, warga juga menyoroti Jembatan Aek Tinga yang berada di ruas yang sama. Jembatan yang akrab disebut warga sebagai ‘Jembatan Conoco’ itu kondisinya sudah tidak layak pakai. Lantai jembatan banyak yang keropos, besi pengaman hilang, dan tiang penyangga terlihat miring.

“Setiap hari kami waswas kalau lewat. Kalau Sungai Aek Tinga meluap, jembatan ini bisa hanyut kapan saja. Tapi mau lewat mana lagi? Ini satu satunya akses,” kata Ramli Sinaga warga Lorong 1 Lubuk Bunut.

Warga menyebut jembatan tersebut terakhir disentuh perbaikan besar saat perusahaan migas masih aktif di wilayah itu puluhan tahun lalu. Setelah itu tidak ada lagi perawatan berarti dari pemerintah.

Karena statusnya Jalan Provinsi, warga menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara seharusnya menjadi pihak yang paling bertanggung jawab. Namun hingga 30 tahun, belum ada perbaikan menyeluruh. Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan aspirasi melalui kepala desa dan camat ke Pemkab Padang Lawas, namun terbentur kewenangan.

“Pemkab selalu bilang itu jalan provinsi. Tapi Pemprov Sumut juga tidak pernah turun ke sini. Kami ini seperti dianaktirikan,” keluh warga

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Kerusakan jalan berdampak langsung pada ekonomi. Harga angkut TBS sawit dari Transpir 1A menjadi lebih mahal Rp150 ribu sampai Rp200 ribu per ton dibanding desa yang jalannya bagus. Hasil karet petani sering terlambat ke pasar karena truk tidak bisa masuk saat hujan.

Masyarakat mendesak Pemprov Sumut segera memprioritaskan ruas Simpang PTPN 4 Sibodak–Sosa Timur dalam APBD 2026 atau 2027. Mereka meminta pengaspalan permanen dan pembangunan ulang Jembatan Aek Tinga dengan konstruksi yang aman.

“Kami tidak minta muluk muluk. Aspal saja jalannya dan ganti jembatannya. Sudah 30 tahun kami bersabar. Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki,” tegas Sarman.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara maupun Pemkab Padang Lawas terkait keluhan warga tersebut.

Reporter : Subandi

Program MBG Dinilai Mengesampingkan Industri Rumahan, Pelaku UMKM Lombok Protes Implementasi

Program MBG Dinilai Mengesampingkan Industri Rumahan, Pelaku UMKM Lombok Protes Implementasi

LOMBOK, NTB – Peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) dikenal sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang terbukti mampu bertahan bahkan saat negara dilanda krisis, termasuk pada masa pandemi COVID-19. Namun, kehadiran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) justru dikhawatirkan menjadi ancaman bagi keberlangsungan usaha para pelaku ekonomi kerakyatan tersebut, khususnya industri rumahan pembuat roti dan kue.

Di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), para pelaku usaha merasa kecewa atas implementasi program yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Menurut mereka, kebijakan penyusunan daftar menu di berbagai Sentra Dapur Produksi dan Penyajian Gizi (SPPG) seakan sengaja meniadakan produk roti dan kue buatan lokal, padahal hal tersebut bertentangan dengan regulasi yang telah ditetapkan.

Para pelaku usaha, di antaranya Ibu Sumi dan Ibu Wati, menyoroti Edaran BGN RI Nomor 8 Tahun 2026 tentang Pendistribusian dan Penyajian Makanan Dalam Program Makanan Bergizi Gratis. Mereka menilai surat edaran tersebut hanya menjadi “kertas mati” karena tidak dijalankan sesuai ketentuan oleh petugas di lapangan.

Berdasarkan poin 9 dan 16 dalam edaran tersebut, dijelaskan bahwa untuk sasaran ibu hamil, balita, dan ibu menyusui, dapat diberikan makanan segar yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi. Secara spesifik, disebutkan bahwa penyajian makanan dapat berbasis roti, seperti burger, hotdog, kebab, dan lainnya sebagai menu siap saji harian, yang berfungsi sebagai pengganti nasi dengan kadar karbohidrat dan protein yang setara.

“Padahal jelas tertulis, menu berbasis roti itu diperbolehkan dan diatur. Tidak semua balita suka makan nasi, roti adalah alternatif yang tepat dan bergizi. Namun kenapa di lapangan justru ditiadakan?” keluh salah satu pengrajin kue di Lombok.

Mereka menilai, sistem pembagian yang saat ini berjalan cenderung berantakan dan tidak tertib dibandingkan jika menggunakan produk siap santap yang terstandar. Penghapusan menu ini secara langsung mematikan potensi pasar bagi industri rumahan yang selama ini menggantungkan hidup dari penjualan roti dan kue.

Para pelaku usaha juga menyoroti sikap Koordinator Regional SPPI/BGN NTB beserta jajarannya di tingkat kabupaten/kota yang dianggap menutup mata dan telinga terhadap aspirasi ini. Ketika ditanyakan alasan penghapusan menu tersebut, jawaban yang diterima hanyalah mengacu pada “perintah atasan” dan hasil rapat daring, tanpa ada upaya nyata untuk mengakomodasi potensi lokal.

Akibatnya, program yang seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat justru dinilai mematikan usaha kecil. Jika roti dan kue buatan warga tidak dilibatkan dalam daftar menu MBG, maka terjadi kerugian ekonomi yang nyata bagi masyarakat akar rumput.

Merespons hal ini, para pelaku UMKM dan IKM menuntut agar petugas SPPI bertanggung jawab penuh dan menjalankan tugas sesuai arahan BGN pusat. Mereka menilai penghapusan menu roti bukan hanya kesalahan administratif, namun diduga kuat mengandung unsur kesengajaan atau kelalaian yang merugikan.

“Menu roti itu wajib ada sesuai aturan. Jika tidak dilaksanakan, maka patut diduga ada unsur pembunuhan ekonomi terhadap industri rumahan,” tegas mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BGN atau koordinator SPPI wilayah NTB terkait protes dan tuntutan klarifikasi dari para pelaku usaha tersebut.

Editing TB Hendy yustana

Klarifikasi Pemberitaan Media Citra Nusantara News 16 April 2026

Indonesia _ 16_April_2026 Jam 14:34 WIB.

http://BuruSergapINFO.my.id

 

Lagi-lagi oknum wartawan keliru dalam menyampaikan Pemberitaan Yang Tidak baik dan tidak benar terhadap publik dalam kategori pembodohan publik.Upaya Redam yang di konotasikan negatif membangun narasi yang tidak baik dan menguntungkan sebelah pihak.Jika memang benar Jurnalis yang Berkualitas dan berkuantitas Tentunya awak media berpotensi menyampaikan berita yang baik dan Benar dasar menyampaikan pemberitaan sudah Pasti Pemberitaan pun Menggunakan 5W 1H.

(Oy Ado Ado Bae Gawe Tengkulak Ujar TB Hendy yustana Penanggung jawab BuruSergapINFO)

  • What (Apa): Peristiwa apa yang terjadi? Menjelaskan pokok masalah.
  • Who (Siapa): Siapa yang terlibat/menjadi korban/saksi dalam kejadian tersebut.
  • Where (Di mana): Di mana lokasi atau tempat terjadinya peristiwa.
  • When (Kapan): Kapan waktu terjadinya peristiwa (hari, tanggal, jam).
  • Why (Mengapa): Mengapa peristiwa itu terjadi? Menjelaskan alasan atau latar belakang.
  • How (Bagaimana): Bagaimana kronologi atau proses terjadinya peristiwa tersebut.
  • Hasil Kontrol sosial di lapangan yang di dapat Terkait Adanya pemberitaan dari wartawan media Citra Nusantara news Perihal Persetujuan tetangga dengan adanya Bangunan PT.SDS.
  • Kesalahpahaman Dalam Penulisan Nama Saksi Purwadi Tertulis nama Purwanto,Sudah diklarifikasi dengan bukti pernyataan tertulis dibubuhi materai dan video ybs.yang pada intinya tidak mempermasalahkan terkait administrasi maupun legal dan pada dasarnya ybs mendukung kegiatan tersebut.
  • lanjut atas nama Budi suryo handoko kesalahpahaman tanda tangan persetujuan tetangga juga sudah diklarifikasi terkait perselisihan tersebut yang mana sudah disertai pernyataan ybs dan disertai video.
  • Terkait perihal usaha Pabrik Kelapa sawit PT.SDS sudah mendapatkan persetujuan dari tokoh masyarakat warga Rejodadi yang di hadiri kepala desa Rejodadi dan camat Sembawa melalui pertemuan di balai desa.
  • sebagai informasi tambahan bahwa Pabrik Kelapa Sawit PT.SDS merupakan investasi pertama yang masuk di desa Rejodadi. Investasi ini sangat dinanti-nanti warga rejodadi karena dapat menyerap tenaga kerja setempat,membangun Coorporate Social Responsibility,Meningkatkan pendapatan daerah dalam sektor pajak.
  • Ujar  Ari bintang selaku Ketua Ormas LMP Banyuasin sekaligus  Ketum media Buser Info Dan TB hendi Yustana selaku penanggung jawab Media Buser Info : “Alangkah baiknya  sebagai oknum media harus bersikap bijak dan berfikir secara Rasional dalam menganalisa suatu permasalahan terkait investasi yang menyangkut kepentingan masyarakat luas Investasi yang datang dari inisiatif swasta seharusnyo didorong dan dibantu ketika terjadi kesalahan administrasi bersifat minor harus segera diluruskan.Kami memandang Investasi yang datang atas inisiatif swasta sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan pengangguran dan meningkatkatkan Pendapatan daerah dalam sektor pajak”.

Semua nya pun telah di konfirmasikan dan di Klarifikasikan dari pihak pihak terkait  dan nama yang bersangkutan telah Memberikan persetujuan mutlak secara tertulis Dan Secara Penjelasan Melalui Reg Video dalam keadaan sehat tertata dengan baik dan benar tanpa adanya paksaan dari pihak manapun sebagaimana mestinya,

(NO PROBLEM) Tidak ada masalah,

Dengan adanya penerbitan  Pemberitaan Ini  langsung Dari kantor Pusat media buru sergapINFO

Kami dari pihak media BuRUSERGAPINFO terus memantau perkembangan Berita ini Sampai kemana pun terus kami pantau, bila perlu kami dari pihak media BuRUSERGAPINFO Terus berada di antara antara .


Uy Ado ado BAE ,

Payo Ngumbal banyu apo nyusun sendal di masjid KALU katek gawe ujar

TB Hendy yustana sembari tersenyum….dan merokok sebatang.


Sumber berita Ari bintang Ketua Umum BurusergapINFO

Ketua umum Laskar merah putih

Audithor penerbit berita  : TB Hendy yustana Direktur utama media busetinfo Indonesia

Tembusan :

#Poldasumsel

#Mabespolrijakarta

#mabesTNIjakarta

#mahmakahmiliterjakarta

#Kejaksaantinggijakarta

Jamin Keamanan Turnamen, Bhabinkamtibmas Polsek Sosa Kawal Ketat “Open Turnamen Sepak Bola Cup 1 Pasar Ujung Batu” Padang Lawas | BurusergapINFO my.id

Padang Lawas | BurusergapINFO my.id

Menjamin keamanan dan kenyamanan warga selama gelaran olahraga, Bhabinkamtibmas Polsek Sosa Polres Padang Lawas Aiptu R Panjaitan dan Aipda Wahyunan Saragih melaksanakan pengamanan kegiatan “Open Turnamen Sepak Bola Cup 1 Pasar Ujung Batu”, Jumat (17/04/2026). Pengamanan dimulai pukul 16.30 WIB hingga kegiatan selesai.

Kehadiran personel Polri di tengah lapangan hijau Pasar Ujung Batu tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polres Padang Lawas dalam memberikan rasa aman pada setiap aktivitas masyarakat.

Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto, S.I.K., melalui Kasat Binmas Polres Padang Lawas AKP Gulliat Harahap menegaskan, kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan.

“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian turnamen berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ini bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujar AKP Gulliat Harahap.

Di sela pengamanan, kedua Bhabinkamtibmas tersebut tak henti memberikan imbauan Kamtibmas kepada pemain, panitia, pengunjung, dan suporter. Kepada kedua tim yang bertanding, Aiptu R Panjaitan dan Aipda Wahyunan Saragih menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportifitas. Sementara kepada panitia, mereka diminta proaktif memantau jalannya turnamen dan tidak menjadi provokator yang memicu gesekan.

“Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Polsek Sosa Polres Padang Lawas memberikan imbauan Kamtibmas kepada para pengunjung dan suporter masing-masing pendukung agar dapat menjaga sportifitas demi terwujudnya keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.

Imbauan lebih detail juga disampaikan kepada seluruh pengunjung maupun suporter. Masyarakat diminta menjaga keamanan dan ketertiban dengan tidak melakukan perkelahian dan kerusuhan, serta dilarang mengonsumsi minuman keras di sekitar lokasi pertandingan. Warga juga diingatkan untuk waspada terhadap barang bawaan dan kendaraan. “Jangan parkir di sembarang tempat, pastikan dikunci ganda dan selalu diawasi,” tegasnya.

Pada pertandingan yang diamankan tersebut, mempertemukan Gempar FC vs Mahkota Muda FC. Laga berjalan lancar dan dimenangkan oleh Gempar FC dengan skor telak 5-0. “Selama pelaksanaan kegiatan situasi aman, kondusif, dan terkendali,” tambahnya.

Ps Kasubsi Penmas Polres Padang Lawas Bripka Ginda K Pohan kepada awak media menjelaskan, pengamanan ini tidak dilakukan mendadak. Sebelumnya, Bhabinkamtibmas telah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara pertandingan dan pemerintah setempat. Sinergi ini dilakukan untuk memastikan pengamanan berjalan maksimal di setiap laga hingga partai final nanti.

“Sebagai ujung tombak Polri, selaku Bhabinkamtibmas Polsek Sosa, memberikan rasa aman kepada masyarakat sudah menjadi tanggung jawab. Untuk itu Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan panitia penyelenggara serta pihak terkait untuk dapat menjaga keamanan jalannya pertandingan bersama guna menghindari terjadinya perselisihan antar suporter,” tutur Bripka Ginda K Pohan.

Dengan pengamanan yang ketat dan imbauan yang terus digencarkan, Polres Padang Lawas berharap “Open Turnamen Sepak Bola Cup 1 Pasar Ujung Batu” dapat menjadi ajang hiburan yang sehat, sporti,f dan mempererat silaturahmi warga tanpa adanya gangguan Kamtibmas.

(Humas Polres Padang Lawas)

Reporter : Subandi

MTQ Ke-17 Tingkat Kecamatan Sosa Resmi Ditutup, Camat Safarudin Siregar SH Apresiasi Semangat Generasi Qurani

Padang Lawas | BurusergapINFO my.id

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-17 Tingkat Kecamatan Sosa resmi ditutup oleh Camat Sosa, Safarudin Siregar, SH, pada Kamis, 17 April 2026. Penutupan berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Bola SDN Hutaraja Lamo, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas.

Dalam sambutannya, Camat Safarudin Siregar menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan sejak pembukaan hingga penutupan.
“Alhamdulillah, MTQ ke-17 Tingkat Kecamatan Sosa berjalan tertib, lancar, dan penuh syiar. Ini bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat Sosa terus tumbuh. Terima kasih kepada seluruh panitia, dewan hakim, kafilah, dan masyarakat yang telah menyukseskan acara ini,” ujar Safarudin.

Foto : Muspika / Masyarakat, Alim ulama yang mendukung kegiatan MTQ N 17 Tingkat Kecamatan Sosa
Foto : Muspika / Masyarakat, Alim ulama yang mendukung kegiatan MTQ N 17 Tingkat Kecamatan Sosa

Penutupan MTQ ke-17 ini turut dihadiri jajaran Forkopimcam Sosa dan sejumlah tokoh penting, antara lain:
– Anggota DPRD Kabupaten Padang Lawas dari Fraksi PDI Perjuangan
– Danramil 09 Sosa
– Kapolsek Sosa
– Para Kepala Desa se-Kecamatan Sosa
– Kepala Puskesmas Pasar Ujungbatu
– Kepala SD, SMP, SMA, serta pimpinan Pondok Pesantren se-Kecamatan Sosa
– Tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap pembinaan generasi Qurani di Kecamatan Sosa.

Camat Safarudin menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang lomba membaca Al-Qur’an, melainkan sarana pembinaan akhlak, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta melahirkan qori dan qoriah terbaik untuk mewakili Sosa di tingkat Kabupaten Padang Lawas.

“Kepada para juara, jangan berpuas diri. Teruslah berlatih karena tugas kalian belum selesai. Kalian akan membawa nama Sosa ke MTQ tingkat kabupaten. Kepada yang belum berhasil, jadikan ini motivasi untuk lebih giat lagi,” pesannya.

Selama pelaksanaan, berbagai cabang dilombakan mulai dari Tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa, Tahfidz 1 juz, 5 juz, hingga 10 juz, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, serta Kaligrafi. Antusiasme kafilah dari seluruh desa dan sekolah se-Kecamatan Sosa disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Sosa juga menyampaikan laporan kepada Bupati Padang Lawas, Wakil Bupati, dan Pj. Sekda, bahwa seluruh rangkaian MTQ ke-17 telah selesai dilaksanakan dengan tertib dan aman. Ia sekaligus memohon arahan dan bimbingan dari pimpinan daerah untuk pembinaan lanjutan bagi para kafilah.

Rangkaian penutupan ditandai dengan pengumuman juara umum, penyerahan piala bergilir, dan doa bersama. Masyarakat yang memadati Lapangan SDN Hutaraja Lamo tampak antusias hingga akhir acara.

Dengan berakhirnya MTQ ke-17 ini, Kecamatan Sosa menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Padang Lawas.

Reporter : Subandi