Abah Enang Harapkan Bansos Dan Program Rutilahu Dari Dewan Dapil II, Dinas PRKP Karawang Diharapkan Turun Langsung Melihat Kondisinya

Karawang,http://Burusergapinfo.my.id
Hidup dalam keterbatasan dan serba kekurangan, Abah Enang Sukirman, warga Bojong Tugu 2, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, kini hanya bisa berharap belas kasih dari pemerintah. Di usia senjanya, ia hidup seorang diri di rumah yang sudah rapuh dan nyaris roboh, Sabtu/22/November/2025. Burusergap.Info.

Rumah sederhana milik abah Enang tampak sangat memprihatinkan dindingnya retak, tiang-tiang kayu lapuk, dan atap bocor di berbagai sisi. “Kalau hujan, air masuk dari genteng yang bocor. Saya cuma bisa duduk di pojok, takut rumah ambruk,” tutur abah Enang lirih sambil menatap rumahnya yang kian lapuk.
Hingga kini, abah Enang mengaku belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah desa maupun daerah. Rumahnya pun belum tersentuh program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang selama ini diharapkan bisa membantu masyarakat miskin seperti dirinya.
Abah Enang menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Karawang, serta anggota dewan Dapil II agar mau turun langsung ke lapangan melihat kondisi sebenarnya.
“Saya cuma ingin ada yang datang lihat keadaan saya. Rumah sudah doyong, genteng bocor semua. Kalau bisa, saya dibantu dari program Rutilahu atau bansos apa saja,” ucapnya dengan suara penuh harap.
Warga sekitar pun berharap agar dinas terkait tidak tinggal diam. “Kondisi abah Enang sangat memprihatinkan. Kami berharap Dinas PRKP Karawang mau turun langsung melihat keadaan beliau dan segera memberikan bantuan,” ujar salah satu warga Bojong Tugu 2.
Program Rutilahu dari aspirasi dewan Dapil II maupun program perbaikan rumah dari Dinas PRKP Karawang diharapkan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan, bukan hanya menjadi wacana di atas kertas.
Kini masyarakat menunggu langkah nyata dari para wakil rakyat dan instansi terkait. Karena perhatian kepada warga miskin seperti abah Enang tidak seharusnya menunggu momentum politik atau masa kampanye, melainkan menjadi wujud tanggung jawab dan kepedulian sosial pemerintah terhadap rakyatnya.
Editing TB Hendy yustana




