TAKSABAR MENUNGU,AKHIRNYA PEMBANGUNAN RSUD KONDOSAPATA MAMASA, SEGERA DIMULAI,MATERIAL SUDAH MULAI MASUK
Mamasa Sulawesi Barat,Buser Pemburu– Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondo Sapata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, segera memasuki tahap pelaksanaan fisik. Hal ini ditandai dengan mulai masuknya material bangunan dari pihak rekanan ke lokasi proyek dalam beberapa hari terakhir.



Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengonfirmasi bahwa aktivitas pengiriman material tersebut menjadi sinyal awal dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan strategis di daerah itu.
Menurut Welem, pembangunan RSUD Kondo Sapata merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan melakukan pengawasan secara ketat agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, serta mengutamakan kualitas.
RSUD Kondo Sapata diharapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan rujukan yang mampu memperkuat sistem layanan kesehatan daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat Mamasa terhadap rumah sakit di luar daerah.
Pembangunan RSUD Kondo Sapata menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat Mamasa.
Selain pembangunan infrastruktur, Welem menyebutkan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Mamasa dan Kementerian Kesehatan RI juga dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan.
Welem optimistis, pembangunan rumah sakit baru yang dibarengi dengan penguatan SDM kesehatan akan mendorong pelayanan kesehatan yang lebih merata, profesional, dan berkelanjutan.
Setelah rampung dibangun, RSUD Kondo Sapata direncanakan naik kelas dari tipe D menjadi tipe C, sejalan dengan peningkatan kapasitas layanan dan kebutuhan masyarakat.
Dengan proyek ini, Mamasa bersiap memasuki babak baru pelayanan kesehatan yang lebih modern dan merata, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dan harapan masyarakat.
Marthinus





