SENTUHAN PUPUK GRATIS MEMBUAT MASYARAKAT TANDUK KALUA’ MININGKAT PRODUKSI PADINYA

Mamasa Sulawesi Barat _http://Burusergapinfo.my.id
— Sebuah kabar meng
gembirakan datang dari Kecamatan Tanduk Kalua’. Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tanduk Kalua’, Muh. Makmur, melaporkan adanya lonjakan signifikan produksi padi di wilayahnya. Data terbaru menunjukkan bahwa hasil panen petani meningkat dari sebelumnya 4,5 ton menjadi 6 ton per hektare. Kabar ini disampaikannya pada Rabu (26/11/2026) dalam momentum penyerahan fasilitas motor operasional oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi.
Namun, peningkatan produksi ini tidak hadir begitu saja. Makmur menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi kebijakan, ketepatan pendistribusian sarana produksi, serta kedisiplinan petani dalam menerapkan pola tanam yang dianjurkan. Program penyaluran pupuk gratis 2025 menjadi titik balik yang sangat berarti.
Bupati Mamasa memberikan fasilitas motor operasional kepada Kepala BPP Tanduk Kalua’ bukan tanpa alasan. Kecamatan ini dinilai sebagai salah satu wilayah yang menunjukkan performa paling progresif dalam program penguatan sektor pertanian Mamasa. Sejumlah capaian strategisnya antara lain: Kecamatan pertama yang menyalurkan pupuk gratis 2025 ; Wilayah dengan verifikasi anggota kelompok tani (poktan) terbanyak pada 2025; Kecamatan dengan jumlah poktan terbanyak yang telah merampungkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk calon penerima pupuk gratis 2026; Salah satu kecamatan yang telah meresmikan Brigade Pangal Sulbar, sebuah inisiatif penguatan alat dan mesin pertanian; Kecamatan pertama yang melaksanakan penanaman padi secara serentak dengan penerapan pola tanam yang terukur dan sesuai rekomendasi penyuluh.
Rangkaian pencapaian ini menjadi bukti bahwa Tanduk Kalua’ bukan sekadar menjalankan program, tetapi menghidupkannya dengan komitmen dan kedisiplinan yang tinggi. Bagi Makmur, penyuluh bukan hanya pemberi arahan, melainkan jembatan perubahan cara bertani.
Penyerahan motor operasional dari Bupati Mamasa menjadi simbol kepercayaan pemerintah terhadap BPP. Fasilitas ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas penyuluh dalam memberikan pendampingan, memantau perkembangan tanaman, dan memastikan implementasi kebijakan berjalan tanpa hambatan.
Bupati Welem Sambolangi menegaskan bahwa peningkatan sektor pertanian akan menjadi fokus utama pemerintah daerah.
Kenaikan produksi dari 4,5 ton menjadi 6 ton bukan hanya sekadar lonjakan angka. Bagi petani, itu berarti: peningkatan pendapatan, ketahanan pangan keluarga yang lebih baik, dan semangat baru untuk terus mengembangkan praktik budidaya yang lebih modern.
Keberhasilan Tanduk Kalua’ ini bisa sebagai contoh inspiratif bagi kecamatan lain di Mamasa. BPP setempat telah menunjukkan bahwa program pupuk gratis bukan sekadar distribusi bantuan, melainkan bagian dari strategi besar modernisasi pertanian daerah.
Tutur Makmur.
Dalam momentum penyerahan fasilitas motor operasional oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi kepada Kepala BPP Tanduk Kalua, turut hadir Ketua Partai Gelora Kabupaten Mamasa, Dani (Dani Malaikat)
Marthinus
Editing TB Hendy yustana





