
Padang Lawas | Burusergapinfo my.id
Warga TSM ( Transmigrasi Swakarsa Mandiri ) Desa Ujung Batu, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, Selasa 10 Maret 2026, digegerkan dengan posko yang bisa berjalan kurang lebih 200 M, nih! Posko yang berada di lokasi “Rebut Paksa” pagi ini, 10 Maret 2026 pukul 08.30 WIB, sudah pindah ke sawit sawitan, dan warga TSM akhirnya kembali mengangkat posko ke jalan poros.
Disaat posko dipindah ke jalan poros, Erros, salah seorang warga, diintimidasi oleh pihak PT VAL (PT PHI) yang diwakili security, dengan ancaman akan dibuat laporan ke polisi. Erros mengatakan ke pihak terkait PT VAL (PT PHI) bahwa masih berproses dan jangan saling mengganggu.

Warga TSM lapor ke H. Albiner Sitompul, ketua yayasan “Riandja Sangap Gabe Arta”, yang dukung perjuangan warga TSM Desa Ujung Batu Aliaga. Yayasan ini fokus pada pemberdayaan masyarakat dan penyelesaian masalah sosial, termasuk hak-hak warga TSM.
H. Albiner Sitompul, tokoh masyarakat dan mantan Mayjen TNI, punya pengaruh besar memperjuangkan hak-hak warga TSM. Ia dukung warga TSM yang berjuang dapatkan hak lahan usaha mereka.
H. Albiner Sitompul dan yayasan “Riandja Sangap Gabe Arta” bertekad bantu warga TSM perjuangkan hak-hak mereka. Dengan dukungannya, warga TSM Ujung Batu5 Aliaga harap percepat proses penyelesaian masalah mereka dan dapatkan hak lahan yang dijanjikan pemerintah.
Lanjut,” Albiner menyerukan kepada pihak pemerintah Padang Lawas untuk segera turun tangan dan menyelesaikan masalh ini secara adil dan transparan.” Kami tidak ingin ada lagi intimidasi dan kekerasan terhadap warga TSM. Kami menuntut keadilan dan hak hak warga TSM,”ujarnya.
Di tempat terpisah, Qadapi Nasution, Ketua AMPER (Aliansi Mahasiswa Pemuda Revolusioner) Padang Lawas, bilang akan selalu di barisan warga TSM Ujung Batu Aliaga yang telah dirampas haknya. Pemerintah Kabupaten Padang Lawas diminta segera selesaikan permasalahan ini dan berpihak ke warga TSM yang sudah menderita bertahun-tahun direbut tanah kelahirannya oleh PT VAL (PT PHI)
Warga TSM juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, dan aktivis sosial. Mereka semua bersatu untuk mendukung perjuangan warga TSM.
Sementara itu, pihak PT VAL (PT PHI) belum memberikan pernyataan resmi terkait dengan masalah ini. Namun, warga TSM tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan.
Aksi protes ini diperkirakan akan terus berlanjut sampai warga TSM mendapatkan hak-hak mereka. Pemerintah Kabupaten Padang Lawas diharapkan dapat segera menyelesaikan masalah ini secara adil dan transparan.
Reporter : Subandi

