BUPATI MAMSA BERI APRESIASI UNTUK KE DUA PPPK,WALAU SEHARI PAKAIAN KORPRI LANGSUNG PENSIUN

Mamasa,Sulawesi Barat, Buser Pemburu — Sebuah momen penuh haru terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamasa. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, secara khusus menjamu dua Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang harus memasuki masa pensiun hanya sehari setelah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Kedua PPPK Paruh Waktu tersebut masing-masing Nurdin, tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Mambi, dan Lenny, pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa. Keduanya telah mengabdikan diri lebih dari 20 tahun sebagai tenaga honorer di instansi tempat mereka bekerja.
Peristiwa ini menjadi perhatian tersendiri karena Nurdin dan Lenny dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu pada Senin, 29.12.2025. Namun, keduanya resmi memasuki masa pensiun pada keesokan harinya. Artinya, mereka tidak sempat merasakan gaji sebagai PPPK Paruh Waktu meskipun telah dinyatakan sah sebagai bagian dari aparatur pemerintah.
Dalam jamuan tersebut, Bupati Welem Sambolangi menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang yang telah diberikan oleh keduanya kepada daerah. Menurut Bupati, pengabdian puluhan tahun tidak boleh dipandang semata dari sisi administratif, melainkan sebagai wujud ketulusan melayani masyarakat.
Sebagai bentuk penghargaan dan empati, Bupati Mamasa memberikan hadiah apresiasi berupa uang setara lima bulan gaji honorer kepada masing-masing penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat moral sekaligus bentuk kehadiran pemerintah bagi pegawai yang telah mengabdikan hidupnya bagi pelayanan publik.
Momen ini sekaligus menjadi refleksi atas dinamika kebijakan kepegawaian, khususnya bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Pemerintah daerah berharap ke depan, proses transisi status kepegawaian dapat semakin berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.
Jamuan sederhana tersebut berlangsung penuh kehangatan dan emosional, menjadi simbol bahwa pengabdian, sekecil apa pun secara administratif, tetap memiliki nilai besar di mata pemerintah dan masyarakat Mamasa.
Marthinus
Editing TB Hendy yustana




