
Buser.info-Bungo(17/02/26) – Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri 2026, Badan Pangan Nasional menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo. disaat di temui Burusergapinfo.com di ruang kator kepala dinas Bapak Quswen Ikmal, S.Pi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bungo. Menjelaskan ada nya kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)


Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga bahan pangan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Melalui GPM ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pangan strategis seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan bahan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan pangan berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan.Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri 2026, Badan Pangan Nasional menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional pada hari Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo. disaat di temui Burusergapinfo.com di ruang kator kepala dinas Bapak Quswen Ikmal, S.Pi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bungo. Menjelaskan ada nya kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM)

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga bahan pangan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Melalui GPM ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pangan strategis seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan bahan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan pangan berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan.
(Red-Jufri)




