“MENIKAH DENGAN KUNTILANAK” Kisah nyata🔥

Cerita ini dulu sempat viral di kampungku, karna dulu masih jamannya Pesugihan. Aku akan ceritakan sedikit kisah ini.
🗣Di sebuah desa bernama “SALAM REJO” hiduplah seorang pria bernama Raka.
Ia miskin.
Bukan miskin biasa.
Miskin yang membuat nasi terasa seperti barang langka. dan tidur terasa seperti pelarian dari kenyataan.
Setiap malam, ia hanya punya dua pilihan: Menahan lapar… atau menangis dalam diam.
Hingga suatu malam, saat putus asa menggigit lebih tajam dari perut kosong, Raka mendatangi tempat yang bahkan warga desa enggan menyebut namanya.
Pohon beringin tua di ujung pemakaman.
Orang-orang bilang, di sanalah batas dunia menjadi tipis.
Dan benar saja…
Malam itu, angin tidak berhembus.
Daun tidak bergerak.
Namun suara tawa pelan terdengar dari atas.
Saat Raka mendongak…
Ia melihatnya.
Seorang wanita bergaun putih, rambut panjang menjuntai, wajahnya cantik… terlalu cantik untuk manusia.
Matanya kosong, tapi tersenyum.
“Apa yang kau cari, manusia?” bisiknya.
Dengan suara gemetar, Raka menjawab:
“Kekayaan.”
Wanita itu tertawa pelan.
“Aku bisa memberimu segalanya… rumah, emas, tanah… kehidupan yang tak pernah kau bayangkan.”
Raka terdiam.
“Tapi…”
Senyumnya melebar dan berucap
“KAU HARUS MENIKAH DENGANKU”
Darah Raka terasa membeku.
Ia tahu… ia sedang berbicara dengan sesuatu yang bukan dari dunia ini.
Kuntilanak.
Namun bayangan perut kosong lebih menakutkan daripada kematian.
“Apa maharnya?” tanya Raka.
Wanita itu turun perlahan dari dahan.
Kakinya tidak menyentuh tanah.
“Sederhana…”
“Setiap tahun… satu anak.”
Sunyi.
Jangkrik berhenti berbunyi.
Dunia seolah menahan napas.
Raka tahu apa maksudnya.
Bukan anaknya.
Bukan darahnya.
Anak-anak desa.
Dan Raka… mengangguk.
Sejak malam itu, hidup Raka berubah.
Rumah megah muncul di tanah kosong.
Lumbungnya tak pernah kosong.
Emas memenuhi peti.
Orang-orang heran.
Iri.
Tapi tak ada yang berani bertanya.
Namun setiap tahun…
Satu anak menghilang.
Awalnya, desa mencari.
Lalu takut.
Lalu… terbiasa.
Raka hidup dalam kemewahan, tapi setiap malam, ia mendengar suara tawa di kamar.
Istrinya.
Dan kadang…
Tangisan.
Tangisan kecil.
Yang tidak pernah berhenti.
Tahun demi tahun berlalu.
Hingga suatu hari, desa kehabisan anak.
Sunyi.
Tak ada lagi yang bisa diambil.
Malam itu, istrinya duduk di tepi ranjang.
“Aku lapar,” bisiknya.
Namun anak anak di desa sudah habis… mau tak mau,, raka mengorbankan dirinya untuk di tumbalkan,, hilang sudah kemewahan yang raka dapat dari cara yang tidak halal.. kini hanya penyesalan,, arwah raka telah di alam baka,, setiap malam terdengar suara tangisan dari dalam kuburan raka,, dia menyesal tapi sudah tak ada jalan pulang..
#berbagikisah
editing TB Hendy yustana




