PELATIHAN PEMBELAJARAN MEDYA BERBASIS TEKNOLOGI DI IKUTI 150 GURU DARI 17 KECAMATAN SE KABUPATEN MAMASA
Mamasa Sulawesi Barat,Buser Pemburu — Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi pada 6 dan 13 Desember 2025 di SDN 011 Tatoa Mamasa. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 150 guru jenjang SD dan SMP dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa.
Pelatihan dibagi ke dalam lima kelas, masing-masing berisi 30 peserta dan didampingi dua narasumber, sehingga total melibatkan 10 narasumber. Pola ini diterapkan untuk memastikan penyampaian materi lebih terfokus serta memberikan ruang interaksi yang lebih intens antara peserta dan narasumber, sehingga dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru dapat lebih optimal.


Kegiatan ini juga menegaskan bahwa metode pembelajaran saat ini menuntut guru untuk terus berinovasi agar proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berlangsung secara maksimal. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali keterampilan dalam menyusun bahan ajar terintegrasi serta mengelola perangkat pembelajaran digital, mulai dari perencanaan penilaian, pembuatan video praktik baik, hingga pemanfaatan berbagai media ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dalam sambutan dan arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, H. Muhammad Syukur, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan pentingnya guru menyikapi perkembangan dunia pendidikan saat ini.
“Guru dituntut memiliki kemampuan mengelola pembelajaran berbasis digital. Kehadiran teknologi, termasuk artificial intelligence yang meniru kecerdasan manusia, memberikan peluang besar untuk memecahkan berbagai masalah pembelajaran, termasuk dalam penyusunan materi ajar. Karena itu, mari manfaatkan teknologi ini secara bijak agar kita dapat menguasai materi secara mendalam dan menghasilkan pembelajaran yang berkualitas,” ujarnya.
Beliau berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas guru Mamasa agar semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan modern.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, Yohanis, S.H., M.H., menambahkan bahwa literasi teknologi kini menjadi kebutuhan dasar bagi pendidik. “Program Kemendikdasmen saat ini berfokus pada revitalisasi dan digitalisasi. Dalam konteks digitalisasi, guru harus memahami berbagai aplikasi edukatif yang mendukung pembelajaran. Ini bukan lagi pilihan, tetapi tuntutan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dellumantang, menyampaikan bahwa perubahan zaman telah mendorong pergeseran peran guru. Menurutnya, guru tidak lagi sekadar penyampai pengetahuan, tetapi juga fasilitator, mentor, dan agen perubahan yang membimbing peserta didik menghadapi era digital dan tantangan global.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa berharap para guru mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan, sehingga kualitas proses pembelajaran semakin meningkat dan mampu memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik.
Marthinus
Editing TB Hendy yustana




