Seseorang yang Lebih Buruk dari Fir’aun dan Iblis
Di suatu majelis ilmu, seorang murid bertanya kepada gurunya dengan wajah penuh heran:

“Guru, siapa manusia paling jahat yang pernah ada? Apakah Fir’aun? Ataukah Iblis?”
Sang guru terdiam lama. Lalu ia menjawab dengan suara pelan namun menusuk hati:
“Ada manusia yang lebih buruk dari Fir’aun dan bahkan lebih hina dari Iblis.”
Murid itu terkejut. Bagaimana mungkin?
– Fir’aun dan Iblis: Kejahatan yang Jelas
Fir’aun adalah simbol kezaliman. Ia mengaku sebagai tuhan, menindas Bani Israil, dan membunuh bayi-bayi lelaki. Allah berfirman:
إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا
“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi…”
(QS. Al-Qashash: 4)
Iblis adalah simbol kesombongan. Ia menolak perintah Allah karena merasa lebih mulia.
أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Ia enggan dan menyombongkan diri, maka ia termasuk orang-orang kafir.”
(QS. Al-Baqarah: 34)
Namun… Fir’aun tahu Musa adalah nabi, dan Iblis tahu Allah adalah Tuhannya. Mereka tidak pura-pura baik. Mereka jahat secara terang-terangan.
– Siapakah yang Lebih Buruk dari Keduanya?
Sang guru melanjutkan:
“Yang lebih buruk adalah orang yang mengetahui kebenaran, tapi sengaja memutarbalikkannya demi dunia.”
Ia adalah orang yang:
. Tahu Al-Qur’an itu benar, tapi menjadikannya alat kepentingan
. Tahu agama, tapi menjual fatwa demi harta dan kekuasaan
. Mengajak orang lain pada kesesatan dengan nama kebenaran
Allah berfirman:
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah: 42)
Fir’aun menyesatkan dengan kekuasaan.
Iblis menyesatkan dengan bisikan.
Namun orang ini menyesatkan dengan agama.
– Mengapa Lebih Buruk?
Fir’aun membunuh tubuh manusia.
Iblis merusak satu per satu jiwa.
Namun manusia munafik merusak iman banyak orang sekaligus.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas umatku adalah pemimpin yang menyesatkan.”
(HR. Ahmad)
Dan Allah menyebut mereka dengan keras:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya orang-orang munafik berada di tingkatan neraka yang paling bawah.”
(QS. An-Nisa: 145)
Fir’aun dan Iblis berada di neraka,
tetapi munafik berada di lapisan paling bawahnya.
– Ciri-ciri Manusia yang Lebih Buruk Itu
Ia mungkin:
. Rajin berbicara agama, tapi hatinya kosong dari takut kepada Allah
. Tampak alim di depan manusia, tapi zalim di balik layar
. Membela kebatilan dengan dalil yang dipelintir
. Mencari dunia dengan jubah akhirat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Akan datang suatu kaum yang membaca Al-Qur’an, namun tidak melewati tenggorokan mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
—
– Cermin untuk Diri Kita
Sang guru menutup dengan kalimat yang
membuat majelis sunyi:
“Takutlah menjadi orang yang tahu kebenaran, tapi tak mau tunduk padanya.”
Karena Fir’aun dan Iblis jelas musuh Allah,
tetapi orang munafik bersembunyi di barisan hamba-Nya.
Semoga Allah melindungi kita dari:
. ilmu tanpa iman
. amal tanpa ikhlas
. dan agama yang diperdagangkan
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Wahai Tuhan kami, jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.”
(QS. Ali Imran: 8)
. EDITING TB Hendy yustana




