SOSA, Padang Lawas |https//Burusergapinfo my.id
Personil Polsek Sosa kembali turun langsung ke tengah masyarakat melalui program Jumat Curhat. Kegiatan kali ini dilaksanakan pada Jumat, 15 Mei 2026, bertempat di Masjid Al Abror, Desa Gunung Baringin, Kecamatan Sosa, setelah pelaksanaan sholat Jumat berjamaah.
Kegiatan dimulai pukul 12.30 WIB dan berlangsung hingga selesai. Dua personil Polsek Sosa yang ditunjuk sebagai pelaksana,


Aipda Arman S Harahap dan Brigadir Julham Hasibuan, hadir bersama jemaah untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.
Uraian kegiatan dimulai dengan sholat Jumat berjamaah bersama jemaah Masjid Al Abror. Usai ibadah, forum Jumat Curhat, dibuka sebagai wadah dialog terbuka. Dalam sesi ini, petugas menggali informasi terkait potensi gangguan kamtibmas yang ada di desa, sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang perlu ditindaklanjuti lebih lanjut.
Selain mendengar, personil juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para jemaah. Himbauan yang disampaikan fokus pada pentingnya kewaspadaan lingkungan, pencegahan tindak kriminalitas ringan, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan bersama. Pendekatan humanis ini diharapkan membuat masyarakat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi.
Dari kegiatan tersebut diperoleh beberapa hasil positif. Pertama, hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat semakin erat dan terjalin secara komunikatif. Kedua, pesan-pesan kamtibmas dapat tersampaikan dengan baik dan dipahami oleh jemaah yang hadir. Ketiga, kehadiran Polri di tengah kegiatan keagamaan menegaskan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan yang berarti selama pelaksanaan.

Kapolsek Sosa, AKP Eko Ady Ranto, SH, MH, menyampaikan bahwa program Jumat Curhat, akan terus digencarkan sebagai bentuk komitmen Polsek Sosa dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Menurutnya, mendengar langsung dari warga di tempat ibadah merupakan cara efektif untuk mendeteksi dini potensi gangguan kamtibmas sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Program ini menjadi salah satu langkah Polri untuk memperkuat kepercayaan publik dan memastikan kehadiran negara terasa langsung di tingkat desa.
Reporter : Subandi










Tinggalkan Balasan