LOMBOK TENGAH, 26 MARET 2026
BURUSERGAPINFO.My.Id – Maraknya aksi perang mercon di wilayah Lombok Tengah menjelang perayaan Lebaran Ketupat menuai keprihatinan dari anggota DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional, Saiful Muslim, S.H., yang mengimbau masyarakat untuk menghentikan tradisi yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi membahayakan keselamatan, serta menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga kondusivitas menjelang Hari Raya Idul Fitri dan perayaan Lebaran Topat yang merupakan tradisi khas masyarakat Sasak yang berlangsung sepekan setelah Idulfitri (8 Syawal) sebagai bagian dari akulturasi budaya Islam dan lokal untuk mempererat silaturahmi, seiring penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah.
“Kita harus mengambil pelajaran dari tahun sebelumnya. Kita tidak bisa mengizinkan hal ini terjadi berulang kali hingga lama kelamaan dianggap sebagai tradisi yang normal,” ujar Saiful Muslim saat diwawancarai di rumahnya, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, perang mercon tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga mengganggu pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan penting, seperti takbiran yang diadakan di berbagai masjid sepanjang Kabupaten Lombok Tengah. Bahkan, dalam beberapa kasus yang terjadi sebelumnya, terdapat anak-anak yang terluka akibat percikan atau ledakan mercon yang tidak terkendali.

“Kita sudah membahas tindakan antisipasi jauh hari sebelum momen lebaran tiba. Saya sangat berharap kejadian tahun-tahun sebelumnya tidak terulang kembali,” tegasnya.
Saiful menekankan bahwa penanganan masalah ini tidak boleh menjadi tanggung jawab pihak kepolisian saja. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari diri masing-masing anggota masyarakat, sementara penegak hukum diharapkan mampu bertindak tegas terhadap pelaku yang tetap meneruskan praktik berbahaya tersebut.
“Kita tidak bisa hanya menyalahkan pihak kepolisian. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekitarnya. Sementara itu, penegak hukum harus menunjukkan konsistensi dan ketegasan agar tidak ada yang berani mengabaikan peraturan,” jelasnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa langkah antisipasi dari pemerintah daerah dan kepolisian seharusnya dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efektif, sehingga tidak ada celah bagi pelaku untuk terus melakukan perang mercon. Tujuan utama dari upaya bersama ini adalah menciptakan suasana Hari Raya Idul Fitri yang aman, nyaman, dan penuh kedamaian bagi seluruh masyarakat Lombok Tengah.
“Pemerintah daerah dan kepolisian memiliki peran penting dalam mengantisipasi hal ini. Jangan sampai ada satu pun kasus yang terlewat atau kecolongan. Kita berharap lebaran kedepannya bisa menjadi momen yang menyenangkan tanpa ada gangguan atau bahaya akibat mercon,” pungkas Saiful Muslim.
Sampai saat ini, pihak kepolisian Kabupaten Lombok Tengah telah mengumumkan akan melakukan patroli intensif dan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya perang mercon serta sanksi yang akan diberikan kepada pelaku.
Reporter: Satria
