Selasa, 19 Mei 2026
PADANG LAWAS | Burusergapinfo my.id

Lapangan Pondok Pesantren Jakfariyah Desa Huta Ibus, Kecamatan Lubuk Barumun, Selasa pagi (19/05/26) dipenuhi suasana haru dan khidmat. Sebanyak 191 santri dan santriwati resmi ditamatkan dalam acara penamatan tahun ajaran 2025/2026. Momen sakral itu turut dihadiri langsung oleh Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan SE, yang memberikan pesan khusus kepada para lulusan.
Kehadiran Bupati disambut dengan shalawat dan tepuk tangan meriah dari ratusan wali santri, ustadz, ustadzah, serta masyarakat sekitar. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan penampilan hafalan dan pidato singkat dari perwakilan santri yang berhasil membuat suasana semakin khusyuk.

191 Santri Lulus, Siap Mengabdi untuk Daerah.Sesuai dengan laporan panitia pelaksana, jumlah santri yang ditamatkan tahun ini terdiri dari 158 orang lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTS), 31 orang lulusan Madrasah Aliyah (MA), serta lulusan SMK dari dua jurusan unggulan: Teknik Sepeda Motor dan Agribisnis Tanaman Pangan Hortikultura.
Keberadaan jurusan SMK di pondok pesantren ini menjadi sorotan tersendiri. Selain mendalami ilmu agama, para santri juga dibekali keterampilan vokasi agar siap terjun ke dunia kerja dan berwirausaha di daerahnya masing-masing.
Pimpinan Pondok Pesantren Jakfariyah dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pendidikan selama setahun terakhir. Ia juga berterima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas terhadap lembaga pendidikan keagamaan.

Bupati: Ilmu Harus Disebar, Bukan Disimpan Sendiri
Dalam sambutannya, Bupati Putra Mahkota Alam Hasibuan SE menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pimpinan pondok, dewan guru, dan wali santri yang telah berjuang mendidik para santri hingga khatam.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Padang Lawas, saya mengucapkan selamat kepada ananda sekalian yang hari ini telah menyelesaikan pendidikan di Pondok Pesantren Jakfariyah. Ini adalah hasil dari ketekunan, kesabaran, dan doa dari orang tua serta para guru,” ujar Bupati.
Beliau menekankan bahwa penamatan bukanlah titik akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.
“Penamatan ini bukan akhir, tapi awal pengabdian. Ilmu yang didapat di pesantren harus dibawa pulang dan disebarkan untuk kemaslahatan umat di Padang Lawas. Jangan biarkan ilmu itu berhenti di diri kalian sendiri. Jadilah lilin yang menerangi kampung halaman,” tegasnya.
Bupati juga berpesan agar para santri terus menjaga hafalan Al-Qur’an, memperdalam ilmu, dan menjadi contoh akhlak mulia di lingkungan masing-masing. Ia berharap para lulusan menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai Islam dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap lulusan pondok pesantren daerah kita dapat melanjutkan perjuangan dakwah dan pembangunan daerah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan untuk kemajuan Kabupaten Padang Lawas sesuai dengan motto kita: _Luruskan Niat Teruslah Bermanfaat, Tano Adat Digomgom Ibadat, Padang Lawas Maju_,” tutup Bupati.

Acara penamatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan elemen keagamaan. Turut hadir mendampingi Bupati, Asisten, staf ahli, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas, para pimpinan OPD, Kapolres yang diwakili Kasitipnas, Ketua MUI atau yang mewakili, Ketua NU, Camat Lubuk Barumun, Ketua Baznas, serta tokoh masyarakat dan undangan terhormat lainnya.

Kehadiran lengkap unsur Forkopimda dan OPD menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Padang Lawas dalam memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan. Pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
Sejumlah wali santri yang ditemui usai acara mengaku bangga dan terharu. Mereka berharap ilmu yang diperoleh anak-anaknya dapat diamalkan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Acara ditutup dengan doa bersama dan pemberian sertifikat tamat kepada seluruh santri. Tangis haru dan pelukan antara santri dan orang tua mewarnai akhir acara, menjadi penanda bahwa perjuangan di pesantren telah membuahkan hasil.
Reporter : Subandi










Tinggalkan Balasan