Burusergap.info-Bungo BRI Muara Bungo dalam rangka merayakan ulang tahun ke 130 PT Bank Rakyat Indonesia (Tbk) dngan tema “Satu Bank Untuk Semua” dan mengadakan acara BRI Peduli Sumatera. Dalam acara tersebut, pimpinan BRI Muara Bungo Bapak Yoga Pertama menyatakan kepedulian Bank BRI Cabang bungo 20/12/2025.
Bungo terhadap bencana alam di Sumatera, Aceh, Medan, dan Sumbar yg digagas melalui program “Teras Rakyat BRI Peduli”.
Seluruh jajaran pekerja BRI Muara BungoBersama-sama menyumbangkan sembako, seperti beras, minyak, gula, dan mie instan, yang terkumpul sangat luar biasa.
Bantuan ini disalurkan ke beberapa titik posko peduli bencana alam Sumatera di Kab. Bungo, salah satunya adalah posko Bencana Alam Sumatera pengurus P3A dan Ketua Lpkni, penerima Pak Phendos, di lokasi Pasar Atas. ¹ ²
Acara Bertempat Samping Damkar acara ini menunjukkan komitmen BRI peduli dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam dan memperkuat hubungan dengan komunitas lokal. (Firman)
Mamasa Sulawesi Barat,Buser Pemburu — Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi pada 6 dan 13 Desember 2025 di SDN 011 Tatoa Mamasa. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 150 guru jenjang SD dan SMP dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa.
Pelatihan dibagi ke dalam lima kelas, masing-masing berisi 30 peserta dan didampingi dua narasumber, sehingga total melibatkan 10 narasumber. Pola ini diterapkan untuk memastikan penyampaian materi lebih terfokus serta memberikan ruang interaksi yang lebih intens antara peserta dan narasumber, sehingga dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru dapat lebih optimal.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa metode pembelajaran saat ini menuntut guru untuk terus berinovasi agar proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berlangsung secara maksimal. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali keterampilan dalam menyusun bahan ajar terintegrasi serta mengelola perangkat pembelajaran digital, mulai dari perencanaan penilaian, pembuatan video praktik baik, hingga pemanfaatan berbagai media ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dalam sambutan dan arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, H. Muhammad Syukur, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan pentingnya guru menyikapi perkembangan dunia pendidikan saat ini.
“Guru dituntut memiliki kemampuan mengelola pembelajaran berbasis digital. Kehadiran teknologi, termasuk artificial intelligence yang meniru kecerdasan manusia, memberikan peluang besar untuk memecahkan berbagai masalah pembelajaran, termasuk dalam penyusunan materi ajar. Karena itu, mari manfaatkan teknologi ini secara bijak agar kita dapat menguasai materi secara mendalam dan menghasilkan pembelajaran yang berkualitas,” ujarnya.
Beliau berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas guru Mamasa agar semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan modern.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, Yohanis, S.H., M.H., menambahkan bahwa literasi teknologi kini menjadi kebutuhan dasar bagi pendidik. “Program Kemendikdasmen saat ini berfokus pada revitalisasi dan digitalisasi. Dalam konteks digitalisasi, guru harus memahami berbagai aplikasi edukatif yang mendukung pembelajaran. Ini bukan lagi pilihan, tetapi tuntutan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dellumantang, menyampaikan bahwa perubahan zaman telah mendorong pergeseran peran guru. Menurutnya, guru tidak lagi sekadar penyampai pengetahuan, tetapi juga fasilitator, mentor, dan agen perubahan yang membimbing peserta didik menghadapi era digital dan tantangan global.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa berharap para guru mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan, sehingga kualitas proses pembelajaran semakin meningkat dan mampu memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik.
Mamasa Sulawesi Barat,Buser Pemburu — Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi pada 6 dan 13 Desember 2025 di SDN 011 Tatoa Mamasa. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 150 guru jenjang SD dan SMP dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa.
Pelatihan dibagi ke dalam lima kelas, masing-masing berisi 30 peserta dan didampingi dua narasumber, sehingga total melibatkan 10 narasumber. Pola ini diterapkan untuk memastikan penyampaian materi lebih terfokus serta memberikan ruang interaksi yang lebih intens antara peserta dan narasumber, sehingga dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru dapat lebih optimal.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa metode pembelajaran saat ini menuntut guru untuk terus berinovasi agar proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berlangsung secara maksimal. Melalui pelatihan ini, para guru dibekali keterampilan dalam menyusun bahan ajar terintegrasi serta mengelola perangkat pembelajaran digital, mulai dari perencanaan penilaian, pembuatan video praktik baik, hingga pemanfaatan berbagai media ajar digital yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Dalam sambutan dan arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, H. Muhammad Syukur, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan pentingnya guru menyikapi perkembangan dunia pendidikan saat ini.
“Guru dituntut memiliki kemampuan mengelola pembelajaran berbasis digital. Kehadiran teknologi, termasuk artificial intelligence yang meniru kecerdasan manusia, memberikan peluang besar untuk memecahkan berbagai masalah pembelajaran, termasuk dalam penyusunan materi ajar. Karena itu, mari manfaatkan teknologi ini secara bijak agar kita dapat menguasai materi secara mendalam dan menghasilkan pembelajaran yang berkualitas,” ujarnya.
Beliau berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas guru Mamasa agar semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan modern.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa, Yohanis, S.H., M.H., menambahkan bahwa literasi teknologi kini menjadi kebutuhan dasar bagi pendidik. “Program Kemendikdasmen saat ini berfokus pada revitalisasi dan digitalisasi. Dalam konteks digitalisasi, guru harus memahami berbagai aplikasi edukatif yang mendukung pembelajaran. Ini bukan lagi pilihan, tetapi tuntutan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Dellumantang, menyampaikan bahwa perubahan zaman telah mendorong pergeseran peran guru. Menurutnya, guru tidak lagi sekadar penyampai pengetahuan, tetapi juga fasilitator, mentor, dan agen perubahan yang membimbing peserta didik menghadapi era digital dan tantangan global.
Melalui pelatihan ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamasa berharap para guru mampu mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, adaptif, dan relevan, sehingga kualitas proses pembelajaran semakin meningkat dan mampu memberikan pengalaman belajar terbaik bagi peserta didik.
Marthinus
Minggu 14 Desember 2025 Pengurus P3A di Pasar Atas Muara Bungo bekerja sama dalam mengelola posko donasi bencana alam Sumatera. Namun, curah hujan yang lebat menyebabkan sebagian bantuan dari masyarakat terkena air hujan, termasuk pakaian yang menjadi basah. Petugas donasi dari P3A dengan sigap menjemur pakaian yang basah agar layak digunakan dalam pengiriman ke lokasi bencana.
“Ya, kami sangat khawatir ketika melihat pakaian yang disumbangkan oleh masyarakat terkena air hujan. Tapi kami tidak ingin bantuan ini sia-sia, jadi kami langsung menjemurnya agar bisa segera dikirimkan kepada yang membutuhkan,” kata Ketua P3A, Pak Rinaldi dan ketua LPKNI Pak Phendos, saat diwawancara di posko donasi.
P3A terus menghimbau masyarakat untuk terus menyumbangkan bantuan yang layak dan bisa digunakan untuk membantu korban bencana alam di Sumatera junalis (jufri)
Mamasa Sulawesi Barat,Buser Pemburu— Pemerintah Kabupaten Mamasa mulai mempercepat langkah pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat, khususnya terkait wilayah adat yang selama ini masih masuk dalam peta kawasan hutan. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan yang menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat adat dari berbagai wilayah di Mamasa.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (15–16.12.2025), digelar di Hotel Gandang Dewata, Kelurahan Mamasa. Forum ini menjadi tindak lanjut atas terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Mamasa Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat.
Bupati Mamasa Welem Sambolangi membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi lahirnya Perda Nomor 10 Tahun 2021 yang dinilainya cukup fleksibel dan memberi ruang bagi pemerintah daerah bersama masyarakat adat untuk merumuskan langkah-langkah konkret perlindungan hak ulayat.
Kegiatan dirancang dalam bentuk forum diskusi kelompok terarah (FGD) perumusan program kerja Komisi Masyarakat Adat, sekaligus seminar sosialisasi program kerja komisi tersebut. Fokus pembahasan diarahkan pada strategi verifikasi masyarakat adat dan wilayah adat, serta upaya mendorong pengakuan wilayah adat agar dapat dikeluarkan dari peta kawasan hutan negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain Bupati Mamasa, kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dan DPRD Kabupaten Mamasa, Tendri Itti, Ketua Pelaksana Harian Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Sardi Razak selaku Ketua Dewan Wilayah AMAN Sulawesi Selatan, Thomas D, Ketua AMAN PUS Kondosapata Mamasa, serta perwakilan tokoh masyarakat adat dari 25 komunitas adat se-Kabupaten Mamasa.
Dalam forum tersebut juga dibahas secara mendalam peran dan tugas Komisi Masyarakat Adat sebagai lembaga yang diamanatkan untuk menjembatani, mengakui, melindungi, dan memberdayakan hak-hak masyarakat adat. Tugas tersebut meliputi identifikasi dan verifikasi masyarakat adat beserta wilayahnya, fasilitasi aspirasi ke pemerintah, penyelesaian sengketa, pemetaan wilayah adat, advokasi kebijakan, hingga pelestarian adat dan budaya lokal.
Keberadaan komisi ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat adat dan pemerintah, terutama dalam menyelesaikan persoalan tumpang tindih wilayah adat dengan kawasan hutan, konflik lahan, serta memastikan masyarakat adat dapat berpartisipasi secara adil dan setara dalam pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Mamasa menargetkan hasil pertemuan ini menjadi dasar penyusunan program kerja Komisi Masyarakat Adat yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan daerah maupun nasional terkait pengakuan dan perlindungan masyarakat adat.
Bupati Tebo, Bapak Agus Rubiyanto, melepas bantuan bencana alam dari Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menuju Sumatera
Bupati Tebo, Bapak Agus Rubiyanto, melepas bantuan bencana alam dari Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menuju Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberangkatkan pada sore hari Senin, 15 Desember 2025. Semoga bantuan tersebut dapat tiba dengan selamat dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana
Insiden kekerasan terjadi di area tambang emas PT SRM di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, ketika sekitar 15 Warga Negara China diduga melakukan aksi brutal terhadap anggota TNI yang sedang bertugas. Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu siang sekitar pukul 15.40 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan tambang.
Kejadian bermula saat petugas keamanan perusahaan mencurigai adanya aktivitas drone yang terbang di sekitar kawasan tambang. Beberapa personel TNI dari Batalyon Zeni Tempur 6 yang sedang melaksanakan latihan di wilayah tersebut turut membantu melakukan pengejaran terhadap operator drone. Saat berada sekitar 300 meter dari pintu masuk tambang, mereka menemukan sejumlah WNA yang diduga terkait dengan penerbangan drone tersebut.
Situasi kemudian memanas ketika belasan orang lainnya datang membawa berbagai benda berbahaya, seperti senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum. Kelompok tersebut diduga langsung melakukan penyerangan terhadap anggota TNI dan petugas pengamanan. Karena jumlah penyerang lebih banyak, personel keamanan memilih menyelamatkan diri dan mundur untuk menghindari bentrokan yang lebih besar.
Akibat insiden ini, sejumlah kendaraan operasional perusahaan, termasuk mobil dan sepeda motor, mengalami kerusakan. Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, aparat keamanan menyatakan kejadian tersebut sebagai tindak serius dan kini masih melakukan pendalaman serta penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa kebakaran kembali mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Empat unit rumah warga di Lingkungan Minake, Kelurahan Minake, Kecamatan Tandukkalua, dilaporkan ludes terbakar pada Senin dini hari (15.12.2025)
Api yang diduga muncul saat waktu subuh dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan rumah warga. Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya namun kobaran api terlanjur meluas.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Aparat terkait masih melakukan pendataan di lokasi kejadian, termasuk memastikan identitas pemilik rumah serta menghitung total kerugian material akibat peristiwa tersebut.
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam kejadian ini. Pihak berwenang mengimbau warga tetap waspada, terutama terhadap potensi kebakaran pada jam-jam rawan.
BUPATI MAMASA WELEM SAMBOLANGI TEKANKAN “PELESTARIAN BUDAYA PADA ACARA PEMBUKAAN PAGELARAN MUSIK TRADISIONAL BUDAYA LELUHUR
Mamasa Sulawesi Barat,Buser Pemburu — Pemerintah Kabupaten Mamasa menegaskan komitmennya dalam menjaga dan mendukung upaya melestarikan warisan budaya daerah melalui kehadiran langsung Bupati Mamasa Welem Sambolangi saat membuka Pagelaran Musik Tradisional Mamasa yang digelar Komunitas Ikatan Duta Pariwisata (IDUP) Mamasa, Sabtu (13.12.2025).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tenis Mamasa itu mengusung tema “Merawat Identitas, Menggema Nada Leluhur” dan menjadi ruang kolaborasi antara, komunitas budaya, seniman, tokoh adat, serta generasi muda dalam merawat eksistensi musik tradisional Mamasa di tengah arus modernisasi.
Bupati Mamasa menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak dapat dilepaskan dari peran aktif pemerintah daerah. Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi fondasi identitas dan karakter masyarakat Mamasa yang harus dijaga secara berkelanjutan.
Pagelaran ini merupakan hasil kolaborasi IDUP Mamasa bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII. Sejumlah elemen turut terlibat, mulai dari Lembaga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), tokoh adat, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai sanggar seni lokal.
Beragam pertunjukan musik dan tari tradisional ditampilkan, seperti musik pompong, suling, dan gendang, serta tarian dari Sanggar Seni Balla, Sanggar Kabae, Sanggar Seni Tusan, dan sanggar seni lainnya. Penampilan tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang memadati area kegiatan.
Ketua IDUP Mamasa menyampaikan bahwa pagelaran ini tidak hanya dimaksudkan sebagai pertunjukan seni, tetapi juga sebagai ruang pertemuan lintas generasi untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga identitas budaya Mamasa.
Pemkab Mamasa berharap kegiatan serupa dapat terus didorong dan dijadikan agenda berkelanjutan, sejalan dengan upaya penguatan sektor budaya dan pariwisata berbasis kearifan lokal.
— Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mamasa meninjau langsung lokasi kebakaran rumah warga di Dusun Kalawa, Desa Masuppu, Kecamatan Tabang, Minggu (14.12.2025). Kunjungan tersebut menjadi wujud kehadiran negara dalam memastikan penanganan darurat dan pendampingan sosial bagi warga terdampak musibah.
Korban kebakaran diketahui bernama Indo’ Martha, yang juga dikenal dengan nama Bittoen. Peristiwa tersebut mengakibatkan rumah korban hangus dan menimbulkan kerugian material lainnya, meski tidak ada korban jiwa.
Dalam kunjungan itu, Bupati Mamasa bersama Dinas Sosial Kabupaten Mamasa menyalurkan bantuan sosial berupa beras, selimut, tikar, perlengkapan mandi, serta sejumlah kebutuhan dasar lainnya. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan darurat korban pascakebakaran.
Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa turut hadir mendampingi Bupati dan memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga. Kehadiran TP PKK dinilai penting dalam memperkuat pendekatan kemanusiaan, khususnya terkait pemulihan psikososial dan solidaritas sosial di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.
Rombongan Bupati Mamasa juga diikuti oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur Sekretariat Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta instansi terkait lainnya. Kehadiran lintas perangkat daerah tersebut dimaksudkan untuk memastikan penanganan kebencanaan, pendataan, dan koordinasi bantuan berjalan terpadu.
Bupati Mamasa menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami warganya dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir dalam situasi darurat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Mamasa mengingatkan kepala desa, kepala dusun, serta warga setempat agar konsisten menghidupkan budaya gotong royong, terutama dalam pembersihan lingkungan dan perbaikan akses jalan di wilayah permukiman. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan akses yang baik merupakan bagian dari upaya pencegahan risiko bencana.
Selain itu, Bupati juga mengimbau majelis gereja agar berperan aktif bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam memperkuat solidaritas sosial. Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan warga dinilai penting dalam membangun ketangguhan sosial di tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui perangkat desa dan kecamatan setempat terus melakukan pendataan lanjutan serta koordinasi lintas sektor guna memastikan kebutuhan korban dapat terpenuhi secara bertahap.
Duka mendalam menyelimuti warga Desa Mengening, Kubutambahan, Buleleng. Seorang remaja bernama Gede Putra Pertama (15) dilaporkan hilang terseret pusaran air di Air Terjun Kebo Iwa, Kamis siang (20/11/2025)
Kejadian bermula saat Gede mandi bersama adiknya, Kadek Rapa Permana, dan beberapa teman mereka. Sebelum berenang, mereka sempat memancing ikan di sekitar air terjun yang dikenal memiliki arus bawah cukup kuat.
Namun suasana ceria berubah mencekam ketika adik Gede tiba-tiba terseret arus hingga ke area pusaran air. Panik melihat sang adik dalam bahaya, Gede langsung terjun menolong tanpa berpikir panjang.
Sayangnya, niat mulia itu justru berujung tragis.
“Korban berusaha menarik adiknya ke tepian, tetapi arus air terjun sangat kuat sehingga justru menyeret korban hingga tenggelam,” jelas Kapolsek Kubutambahan, AKP Kadek Robin Yohana.
Adiknya berhasil selamat setelah ditarik teman-temannya, namun Gede hilang terseret tekanan arus di dasar air terjun yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar empat meter.
Polsek Kubutambahan segera turun ke lokasi, memeriksa saksi, dan melakukan penyisiran di sekitar pusaran air. Tim SAR dari Basarnas Buleleng juga telah dikerahkan, dibantu para penyelam lokal.
Pencarian masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Warga setempat berharap Gede segera ditemukan.
Banyak orang memegang uang Rp10.000 setiap hari… tapi tak pernah menyadari bahwa wajah di lembaran itu adalah milik seorang pejuang yang secara diam-diam mengubah perjalanan sejarah Indonesia.
Dialah Frans Kaisiepo, pahlawan dari Papua yang keberaniannya membuat Belanda geram dan sekaligus memastikan Papua tetap menjadi bagian dari Indonesia.
Sedikit yang tahu, Frans bukan hanya seorang aktivis—ia adalah arsitek politik yang berperan langsung dalam memperkuat keinginan rakyat Papua untuk bergabung dengan NKRI.
Dalam Konferensi Malino tahun 1946, Frans menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka menolak rencana Belanda memisahkan Papua dari Indonesia. Sikapnya membuat namanya masuk daftar pengawasan kolonial.
Lebih mencengangkan lagi, istilah “Irian”—nama lama Papua—bukan sekadar sebutan geografis. Beberapa sumber sejarah mencatat bahwa Frans ikut mempopulerkan makna politisnya sebagai akronim dari:
⭐ “Ikut Republik Indonesia Anti Nederland.” ⭐
Sebuah pesan simbolik yang begitu kuat, lahir dari p3rl4w4n4n terhadap upaya B3l4nd4 mempertahankan Papua.
Perjuangan Frans tidak berhenti di meja konferensi. Ia aktif menggalang dukungan lokal, meyakinkan masyarakat Papua untuk memilih Indonesia dalam momentum-momentum politik penting. Dari keberanian dan kegigihannya, Indonesia akhirnya mendapat pijakan kuat untuk memperjuangkan integrasi Papua di dunia internasional.
Hari ini, wajahnya menghiasi uang Rp10.000—sebuah penghormatan bagi sosok yang tenang namun memiliki dampak besar bagi persatuan bangsa.
Setiap lembar yang kita pegang sebenarnya menyimpan kisah perjuangan yang nyaris tidak pernah diajarkan secara lengkap di sekolah.
📌 Tanpa Frans Kaisiepo, sejarah Indonesia bisa jadi berbeda.
📌 Tanpa keberaniannya, status Papua mungkin tidak seperti hari ini.
Kini saatnya publik mengetahui cerita sebenarnya—cerita tentang putra Papua yang mengorbankan kenyamanan, keselamatan, dan hidupnya demi “Tanah Airku Indonesia
Sumber Kredibel:
Arsip Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI – Biografi Pahlawan Nasional
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) – Profil Pahlawan Nasional
Pemerintah Provinsi Papua – Riwayat Perjuangan Frans Kaisiepo
Sejarah Uang Rupiah – Bank Indonesia (bi.go.id)
Encyclopedia of Indonesian Heroes – Kementerian Sosial RI
Bupati Mamasa Welem Sambolangi mendatangi langsung lokasi pembangunan Laboratorium Kesehatan (Labkes) di Desa Bombonglambe, Kecamatan Mamasa, Sabtu (13.12.2025), menyusul laporan adanya pemblokadean akses masuk ke area proyek oleh pihak keluarga yang mengklaim sebagai pemilik lahan.
Kehadiran bupati bertujuan memastikan proses pembangunan fasilitas layanan kesehatan tersebut tetap berjalan, sekaligus meredam potensi konflik di lapangan. Dalam peninjauan itu, Welem meminta pihak keluarga tidak menghalangi aktivitas pembangunan dan bersabar menunggu penyelesaian administrasi pertanahan yang tengah diproses oleh pemerintah daerah.
Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan tersebut sebelumnya terhenti setelah Markus, warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, melakukan pemblokadean akses masuk dengan memasang pagar. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk protes atas penggunaan lahan yang disebutnya belum pernah dilepaskan kepada pemerintah.
Markus menuturkan, ia hanya menjual sebagian lahan kepada Mikael pada 2013. Namun, menurutnya, bangunan laboratorium justru berdiri di atas area tanah yang tidak termasuk dalam transaksi jual beli tersebut. Ia menilai pembangunan dilakukan tanpa koordinasi dan kejelasan status hak atas tanah.
Pemerintah Kabupaten Mamasa menyatakan tengah melakukan penelusuran administratif melalui instansi pertanahan guna memastikan batas-batas kepemilikan lahan sesuai dokumen yang sah. Pemkab menegaskan, pembangunan fasilitas publik strategis seperti laboratorium kesehatan tetap mengedepankan prinsip kepastian hukum, musyawarah, dan perlindungan hak warga.
Sebagai informasi, pembangunan Laboratorium Kesehatan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat layanan kesehatan dasar dan penunjang, termasuk pemeriksaan sampel penyakit dan peningkatan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mempercepat pelayanan medis, terutama di wilayah pegunungan Mamasa.
Pemkab Mamasa berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan memberi ruang bagi proses penyelesaian administratif agar tidak menghambat kepentingan publik yang lebih luas.
Polda Sumsel Mengundang Saksi Berikut nya Kepemilikan Lahan Tanah milik Umar warga 7 ulu Palembang yang telah di serobot oleh MILDAN (Pensiun TNI AL berpangkat Kolonel) Dan Feri king Ketua Ormas GBR,
Beberapa keterangan Yang sejelas jelas nya yang di terang kan oleh saksi kepada penyidik Polda Sumsel cukup akurat membenarkan bahwasanya memang benar Lahan tanah milik Umar telah di serobot dan di akui oleh Kolonel mildan dan feri king,
Kami dari pihak MEDia buruSergapInfo, Serta Dua Advocat Pengacara,
1 Profesor Dr.Kh.Sutan Nasomal SP.d.SE.SH.MH Jakarta,
TB Hendy yustana Selaku direktur utama Penanggung Jawab media burusergapinfo Indonesia
Terus memantau perkembangan kasus Tersebut,
Umar wartawan buruSergapInfo dan sebagai Korban di dampingi Asisten profesor Sutan nasomal Telah melaporkan Penyerobotan lahan tanah tersebut Ke Polda Sumsel ,
Perbuatan Penyerobotan Lahan tanah Tersebut Sebagai Perbuatan Tindak Pidana Melawan Hukum Tentu Saja Mendapatkan Sanksi hukuman Yang berlaku di dalam UU Republik Indonesia,
Ancaman penyerobotan tanah adalah tindakan mengambil alih tanah milik orang lain secara melawan hukum Yang diatur dalam hukum pidana
(Pasal 385 KUHP, Perpu 51/1960)
dan perdata (Pasal 1365 BW) Dengan Ancaman hukuman penjara dan denda, Serta sanksi perdata berupa ganti rugi.
Pelakunya bisa dijerat pidana penjara hingga 4 tahun (atau lebih) atau denda,
Kini tinggal menanti Pemanggilan dari pihak POLDA Sumsel Terhadap dua Pelaku Penyerobotan Lahan tanah Tersebut,
Dan kami dari pihak media buruSergapInfo Terus berjuang Semaksimal mungkin Untuk mengambil Tanah Hak Milik Umar Yang Telah Mereka serobot Dan Mereka Akui,
Semoga kasus ini berjalan dengan baik dan benar Dan dari pihak kepolisian pun kami berharap tak ada berpihak satu dengan lain nya dan Menjalan kan Tugas Proses kasus penyerobotan lahan tanah tersebut dengan sebenar benar nya Tanpa Di persulit,
Yang salah tetap lah salah dan yang benar tetap lah benar tak ada yang namanya pembenaran dan kami media terus mencari kebenaran tanpa pembenaran.
Dan Jikalau Kasus penyerobotan Lahan Tanah milik Umar Ini Tak kunjung usai tak ada titik Terang Nya Kami Dari media buruSergapInfo akan Terus melanjutkan Kasus Penyerobotan Lahan Tanah Tersebut Ke Presisi Mabes Jakarta,
Jika Perlu Untuk di lakukan Pasti Kami Akan Teruskan kasus ini Ke level yang Lebih Tinggi Lagi sampai benar benar mendapat kan kembali hak Milik Tanah umar,
Tapi kami percaya Kinerja Polda Sumsel akan memberikan yang terbaik untuk warga masyarakat Sumsel khususnya palembang
Kami telah me nemukan di lapangan Kades Jukuh nau telah mengadakan pungutan liar. Terhadap masarakat yang mendapat kan bantuan beras yg 20 kg dengan minyak makan sebayak 4 kg,
jadi warga jjukuh nau membicara kan keluhan nya masalah bantuan yang di punguti uag sebesar 40 ribu dalm satu orag penerima bantuan beras telah Ter jadi pungutan liar oleh Kades Jukuh nau kecamatan suggay are
setiap ada bantuan pasti di punguti biaya oleh Kades Jukuh nau
Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu memastikan seluruh proses pengamanan dan pengawalan pendistribusian logistik Pemilihan Kuwu (Pilwu) tahun 2025 di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Proses pendistribusian logistik Pilwu ini dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Desember 2025, dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Logistik diangkut dari PPS (Panitia Pemilihan Sementara) Desa Rambatan Wetan menuju ke 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan kendaraan bak terbuka (pick up).
Komandan Kodim 0616/Indramayu, dalam keterangannya, menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri untuk menjamin pesta demokrasi tingkat desa berjalan dengan tertib dan damai.
👮♂️ Sinergi Aparat Keamanan
Dalam proses pengawalan dan pengamanan ini, unsur pengamanan melibatkan personel gabungan dari TNI dan Polri yang berkolaborasi secara erat.
Dari Koramil 1602/Sindang: Sertu Tapral dan Sertu Subagyo.
Dari Polsek Sindang: Aiptu A. Kiki, Aipda Heru, dan Bripka Ariyono (selaku Bhabinkamtibmas setempat).
Pengamanan tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di Desa Rambatan Wetan, antara lain Ketua Pilwu Bapak Casdya S.Km, Babinsa Sertu Tapral, Bhabinkamtibmas Bripka Ariyono, serta Ketua BPD Bapak Ulis Saman.
📦 Detail Logistik dan Jumlah Pemilih
Logistik yang didistribusikan ke 13 TPS mencakup perlengkapan utama Pilwu:
Kotak Surat Suara: 26 Buah
Surat Suara: 5.974 Lembar
Buku Pleno Perhitungan: 13 Buah
Logistik tersebut didistribusikan untuk melayani total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 5.876 orang dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) sebanyak 98 orang, sehingga total surat suara yang disediakan sesuai dengan jumlah pemilih, yakni 5.974 surat suara.
“Kami bersyukur seluruh proses pengamanan dan pengawalan distribusi logistik Pilwu di Rambatan Wetan selesai tepat waktu pada pukul 05.30 WIB. Ini menunjukkan komitmen kuat TNI-Polri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan hak pilih masyarakat dapat terpenuhi dalam suasana yang kondusif,” ujar (Nama Pejabat/Juru Bicara Kodim 0616/Indramayu – Silakan isi nama yang berwenang).
Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Kodim 0616/Indramayu akan terus memantau dan memberikan dukungan pengamanan hingga seluruh tahapan Pilwu selesai.
Kodim 0616/Indramayu Pastikan Pengamanan Distribusi Logistik Pilwu di Desa Rambatan Wetan Berjalan Aman dan Terkendali
INDRAMAYU, 10 Desember 2025 – Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu memastikan seluruh proses pengamanan dan pengawalan pendistribusian logistik Pemilihan Kuwu (Pilwu) tahun 2025 di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Proses pendistribusian logistik Pilwu ini dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Desember 2025, dimulai sejak pukul 04.00 WIB. Logistik diangkut dari PPS (Panitia Pemilihan Sementara) Desa Rambatan Wetan menuju ke 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan kendaraan bak terbuka (pick up).
Komandan Kodim 0616/Indramayu, dalam keterangannya, menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan Polri untuk menjamin pesta demokrasi tingkat desa berjalan dengan tertib dan damai.
👮♂️ Sinergi Aparat Keamanan
Dalam proses pengawalan dan pengamanan ini, unsur pengamanan melibatkan personel gabungan dari TNI dan Polri yang berkolaborasi secara erat.
Dari Koramil 1602/Sindang: Sertu Tapral dan Sertu Subagyo.
Dari Polsek Sindang: Aiptu A. Kiki, Aipda Heru, dan Bripka Ariyono (selaku Bhabinkamtibmas setempat).
Pengamanan tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh penting di Desa Rambatan Wetan, antara lain Ketua Pilwu Bapak Casdya S.Km, Babinsa Sertu Tapral, Bhabinkamtibmas Bripka Ariyono, serta Ketua BPD Bapak Ulis Saman.
📦 Detail Logistik dan Jumlah Pemilih
Logistik yang didistribusikan ke 13 TPS mencakup perlengkapan utama Pilwu:
Kotak Surat Suara: 26 Buah
Surat Suara: 5.974 Lembar
Buku Pleno Perhitungan: 13 Buah
Logistik tersebut didistribusikan untuk melayani total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 5.876 orang dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) sebanyak 98 orang, sehingga total surat suara yang disediakan sesuai dengan jumlah pemilih, yakni 5.974 surat suara.
”Kami bersyukur seluruh proses pengamanan dan pengawalan distribusi logistik Pilwu di Rambatan Wetan selesai tepat waktu pada pukul 05.30 WIB. Ini menunjukkan komitmen kuat TNI-Polri dan seluruh pihak terkait untuk memastikan hak pilih masyarakat dapat terpenuhi dalam suasana yang kondusif,” ujar (Nama Pejabat/Juru Bicara Kodim 0616/Indramayu – Silakan isi nama yang berwenang).
Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Kodim 0616/Indramayu akan terus memantau dan memberikan dukungan pengamanan hingga seluruh tahapan Pilwu selesai.