SULTENG (BANGGAI) Kamis 10 September 2026 — Proyek penataan Pasar Simpong di Kecamatan Luwuk Selatan yang menelan anggaran daerah hingga miliaran rupiah terus menuai sorotan tajam. Di tengah upaya modernisasi fisik pasar, problem mendasar berupa saluran air yang tersumbat dan genangan air yang meluap ke area jalan masih menjadi keluhan utama para pedagang serta pengunjung.
Kondisi infrastruktur sanitasi yang tidak optimal ini memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas perencanaan awal pembangunan kawasan tersebut.
Keluhan Pedagang dan Kondisi Lapangan
Pantauan di sejumlah titik, salah satunya di simpang tiga akses masuk pasar, menunjukkan genangan air selokan yang keruh. Menurut beberapa pedagang lokal, masalah luapan air ini mengganggu kenyamanan transaksi dan menurunkan minat pembeli untuk berbelanja ke dalam pasar.Sumbatan material padat, lumpur, dan sampah dituding menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran eksisting yang berukuran sempit.
Sorotan Publik: Desakan Evaluasi Total kepada Bupati
Masyarakat dan para pengguna pasar mendesak agar penanganan genangan tidak ditunda-tunda karena berdampak langsung pada roda ekonomi masyarakat. Publik menilai, pembiayaan besar dari uang rakyat seharusnya berbanding lurus dengan kenyamanan fasilitas dasar seperti drainase, bukan justru menyisakan kubangan air di area publik.
Ketidaktersambungan jalur pembuangan utama ke arah pantai memicu dugaan di tengah publik bahwa proyek ini direncanakan secara asal-asalan tanpa melihat aspek dampak ke belakang. Munculnya genangan parah di tengah proses pembangunan membuat sebagian kalangan menilai hal ini dapat dikatakan sebagai kegagalan pada perencanaan awal. Oleh karena itu, publik mendesak Bupati untuk segera melakukan evaluasi total terhadap bidang teknis yang menangani proyek tersebut agar ketidakmatangan perencanaan serupa tidak terulang kembali pada proyek daerah lainnya.
Solusi Permanen melalui Tender Lanjutan Rp1,5 Miliar
Guna mengatasi persoalan ini secara jangka panjang, langkah perbaikan sistem drainase dialokasikan terpisah melalui pembiayaan APBD daerah sebesar Rp1,49 miliar. Berdasarkan data LPSE Kabupaten Banggai, proyek bertajuk Pembangunan Saluran Drainase Pasar Simpong Kec. Luwuk Selatan (Lanjutan) kini telah dilelang untuk dikerjakan.
Proyek infrastruktur ini menerapkan teknologi beton pracetak tipe U-Ditch sepanjang 150 meter. Saluran baru tersebut rencananya akan dipasang mulai dari pertigaan Jalan Pulau Banggai–Jalan Pulau Labobo dan ditarik lurus memotong langsung menuju pesisir pantai agar debit air pasar dapat dibuang maksimal tanpa hambatan.
Masyarakat kini berharap pengerjaan fisik drainase baru ini dapat dikebut dan diselesaikan tepat waktu agar genangan banjir musiman di dalam kawasan Pasar Simpong tidak terus berulang.(Red)
(AWP)
Kondisi infrastruktur sanitasi yang tidak optimal ini memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas perencanaan awal pembangunan kawasan tersebut.
Keluhan Pedagang dan Kondisi Lapangan
Pantauan di sejumlah titik, salah satunya di simpang tiga akses masuk pasar, menunjukkan genangan air selokan yang keruh. Menurut beberapa pedagang lokal, masalah luapan air ini mengganggu kenyamanan transaksi dan menurunkan minat pembeli untuk berbelanja ke dalam pasar.Sumbatan material padat, lumpur, dan sampah dituding menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran eksisting yang berukuran sempit.
Sorotan Publik: Desakan Evaluasi Total kepada Bupati
Masyarakat dan para pengguna pasar mendesak agar penanganan genangan tidak ditunda-tunda karena berdampak langsung pada roda ekonomi masyarakat. Publik menilai, pembiayaan besar dari uang rakyat seharusnya berbanding lurus dengan kenyamanan fasilitas dasar seperti drainase, bukan justru menyisakan kubangan air di area publik.
Ketidaktersambungan jalur pembuangan utama ke arah pantai memicu dugaan di tengah publik bahwa proyek ini direncanakan secara asal-asalan tanpa melihat aspek dampak ke belakang. Munculnya genangan parah di tengah proses pembangunan membuat sebagian kalangan menilai hal ini dapat dikatakan sebagai kegagalan pada perencanaan awal. Oleh karena itu, publik mendesak Bupati untuk segera melakukan evaluasi total terhadap bidang teknis yang menangani proyek tersebut agar ketidakmatangan perencanaan serupa tidak terulang kembali pada proyek daerah lainnya.
Solusi Permanen melalui Tender Lanjutan Rp1,5 Miliar
Guna mengatasi persoalan ini secara jangka panjang, langkah perbaikan sistem drainase dialokasikan terpisah melalui pembiayaan APBD daerah sebesar Rp1,49 miliar. Berdasarkan data LPSE Kabupaten Banggai, proyek bertajuk Pembangunan Saluran Drainase Pasar Simpong Kec. Luwuk Selatan (Lanjutan) kini telah dilelang untuk dikerjakan.
Proyek infrastruktur ini menerapkan teknologi beton pracetak tipe U-Ditch sepanjang 150 meter. Saluran baru tersebut rencananya akan dipasang mulai dari pertigaan Jalan Pulau Banggai–Jalan Pulau Labobo dan ditarik lurus memotong langsung menuju pesisir pantai agar debit air pasar dapat dibuang maksimal tanpa hambatan.
Masyarakat kini berharap pengerjaan fisik drainase baru ini dapat dikebut dan diselesaikan tepat waktu agar genangan banjir musiman di dalam kawasan Pasar Simpong tidak terus berulang.(Red)
(AWP)






