LUWU-Burusergapinfo.my.id, -Konflik yang berujung pada perang antar dusun di Desa Seba-Seba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, beberapa hari terakhir ini memicu berbagai reaksi di tengah masyarakat. Menyikapi situasi tersebut, Advokat Tanah Luwu, Ari Ratda, SH, angkat bicara meminta seluruh elemen masyarakat untuk memberi ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara optimal dalam meredam ketegangan tersebut.
“Biarkan aparat bekerja. Mengenai konflik yang terjadi, saya melihat dari pihak kepolisian — utamanya Polres Luwu dan Polsek Walenrang — langsung bergerak ke lokasi. Bahkan setelah saya konfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Walenrang, ternyata anggota Polres Luwu sudah menempatkan pos Tim UKL yang dibentuk khusus di Desa Seba-Seba untuk meredam konflik tersebut,” ungkap Ari Ratda, SH, Selasa (9/9/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh terburu-buru menyatakan aparat tidak bertindak tegas, apalagi langsung menilai Kapolres Luwu dianggap gagal menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya. Terlebih lagi, Kapolres Luwu baru saja menjabat beberapa hari, sehingga belum pantas kinerjanya dinilai dalam waktu yang sangat singkat.
“Kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa aparat penegak hukum tidak bekerja, apalagi Kapolres Luwu baru berapa hari menjabat. Kita tidak bisa langsung menilai kinerja hanya dalam waktu singkat. Justru diharapkan kepada semua elemen masyarakat, utamanya yang ada di Desa Seba-Seba dan seluruh unsur di Kecamatan Walenrang Timur, untuk segera melakukan mediasi kepada pihak yang bertikai,” tambahnya.
Ia berharap dengan adanya upaya mediasi dan kerja aparat yang berjalan, situasi di Desa Seba-Seba dapat segera kembali normal dan masyarakat dapat merasa tenang kembali. Selama ini konflik-konflik di wilayah Walenrang Timur memang sudah beberapa kali dimediasi, namun hingga saat ini belum jelas penyebab pasti meletusnya kembali konflik beberapa hari terakhir ini.
Sumber : Pernyataan Ari Ratda, SH (Advokat Tanah Luwu)
Penulis : (Robby.R)








Lanjut Kapolsek, selain itu, ada enam pipa yang terlepas dari sambungan bak penampungan. Hal ini membuat peyaluran air bersih mengalami gangguan.






