BATAM,09/09/2026. burusergapinfo.my.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Batam terhambat. Dari 40 koperasi yang ditargetkan, diduga baru 18 koperasi yang sudah terealisasi. Sisanya 22 titik masih dalam tahap pengerjaan.
Berdasarkan informasi di lapangan, untuk Kecamatan Nongsa dan Sekupang pembangunan koperasi sudah selesai 100% dan tinggal menunggu peresmian. Sementara untuk kecamatan lain, progresnya masih beragam dan sebagian terkendala.
Salah satu kendala utama adalah belum tersedianya lahan di beberapa lokasi dari 40 titik koperasi tersebut. Padahal sesuai rencana, seluruh pembangunan ditargetkan selesai pada bulan Agustus 2026.
Kodim 0316/Batam ditunjuk sebagai pengawas di lapangan untuk program Koperasi Merah Putih ini. Namun hingga saat ini belum ada langkah konkret dari pihak pengawas terkait keterlambatan dan persoalan yang muncul di lapangan.
Selain masalah lahan, muncul dugaan tunggakan gaji pekerja. Sejumlah pekerja proyek mengaku sebagian gaji belum dibayarkan, sehingga sebagian memilih berhenti bekerja sementara. Akibatnya sejumlah titik proyek terhambat dan aktivitas di lapangan berkurang.
“Gaji kami belum dibayar semua. Makanya kami berhenti kerja dulu sampai ada kejelasan,” ujar salah seorang pekerja di lokasi proyek, Selasa (9/9/2026).
Tragisnya, menurut informasi yang beredar di kalangan pekerja, salah satu pemborong yang juga penanggung jawab pekerja bernama Heri meninggal dunia di RS Awal Bros Batam. Almarhum diduga mengalami drop kesehatan karena memikirkan tunggakan upah para pekerjanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga almarhum, RS Awal Bros Batam, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam, maupun Kodim 0316/Batam terkait kejadian tersebut dan bentuk tanggung jawab sebagai pengawas.
Warga dan pekerja berharap Kodim 0316/Batam segera turun tangan, mengevaluasi 22 titik yang molor, menyelesaikan persoalan lahan, dan memastikan hak pekerja dibayarkan agar kejadian serupa tidak terulang.
NaraSumber:[TeamInvestigasi]







