Burusergapinfo.com
BUNGO – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Bungo menghadiri kegiatan kolaborasi bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bungo dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bungo, Selasa (4/8/2026).

Acara dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Bungo sekaligus Ibu Bupati Bungo, Elza Kurniawati, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bungo yang juga Ibu Wakil Bupati Bungo, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bungo, Ahmad Bisri, Pimpinan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bungo, Andri, Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Bungo, jajaran TP PKK, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan TP PKK untuk menyosialisasikan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat, khususnya para pekerja di sektor formal maupun informal.


Dalam paparannya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bungo, Ahmad Bisri, menjelaskan berbagai program unggulan BPJS Ketenagakerjaan, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), serta Jaminan Pensiun (JP).
Ia menegaskan bahwa seluruh program tersebut bertujuan memberikan perlindungan menyeluruh bagi para pekerja beserta keluarganya dari berbagai risiko yang dapat terjadi selama bekerja maupun saat memasuki masa
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bungo, Ahmad Bisri, menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurutnya, para pengurus maupun anggota TP PKK juga perlu menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar memperoleh perlindungan saat menjalankan aktivitas maupun pekerjaan.
“Kami berharap seluruh pengurus dan anggota Tim Penggerak PKK memiliki perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan menjadi peserta, ketika berangkat bekerja maupun menjalankan aktivitas yang memiliki risiko, sudah ada jaminan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Ini merupakan bentuk perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga,” ujar Ahmad Bisri.
Ia menambahkan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga dapat diikuti oleh pekerja informal maupun masyarakat yang memiliki aktivitas kerja, sehingga manfaat perlindungan dapat dirasakan lebih luas.
Menurutnya, melalui sinergi dengan TP PKK Kabupaten Bungo, edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Suasana kegiatan berlangsung tertib, meriah, dan penuh antusias.
Para peserta, khususnya ibu-ibu anggota TP PKK, aktif mengikuti setiap sesi.

Antusiasme semakin terasa saat sesi tanya jawab, di mana puluhan hadiah menarik dibagikan kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dari narasumber BPJS Ketenagakerjaan maupun Bank Syariah Indonesia (BSI).
Rangkaian acara dipandu oleh Adel selaku host dari BPJS Kesehatan Kabupaten Bungo.

Dengan penyampaian yang komunikatif dan energik, Adel mampu menciptakan suasana yang interaktif sehingga peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi, diskusi, hingga pembagian hadiah.
Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan bersama TP PKK Kabupaten Bungo berharap edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan, sehingga semakin banyak pekerja yang memperoleh perlindungan demi mewujudkan kesejahteraan yang lebih baik.(jufri)



