
Ciamis, Buserinfo my id 20-10-2026
Kejanggalan Proyek Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Ciamis kembali terjadi. Kali ini muncul dugaan pengurangan spesifikasi dan pemakaian material bekas di proyek revitalisasi SDN 2 Bunter, Kec. Sukadana.
Berdasarkan dokumen Gambar Kerja Potongan Skala 1 : 100 untuk Program Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun 2026 SDN 2 Bunter yang diperoleh tim awak media, secara tegas tertulis dalam spesifikasi teknis atap :

ATAP GENTENG BITUMEN
BUBUNGAN GENTENG BITUMEN
RANGKA BAJA RINGAN & RENG BAJA RINGAN
Artinya, seluruh atap harus menggunakan Genteng Bitumen (Aspal) baru yang harganya jauh lebih mahal, modern, dan kedap air.
Namun fakta di lapangan yang diabadikan tim (Foto 2), atap yang terpasang bukan Genteng Bitumen, melainkan Genteng Tanah Liat model Plentong (Genteng Lama) yang terlihat sudah kusam dan diduga kuat adalah genteng lama bangunan yang hanya dicuci lalu dipasang kembali. Di belakang papan proyek (Foto 3) bahkan terlihat tumpukan genteng plentong bekas.
Sementara papan proyek (Foto 3) untuk kegiatan :
Nama Kegiatan: Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan
Nama Sekolah: SDN 2 BUNTER
Pelaksana: P2SP
Sumber Dana: APBN Tahun Anggaran 2026
Jumlah Dana Bantuan: Rp. 282.958.111.
Dengan modus ini, pelaksana diduga meraup keuntungan besar.
Hitung-hitungan Kasar Dugaan Kerugian :
Harga Genteng Bitumen baru berkisar Rp 85.000 – Rp 120.000 / m², sedangkan jika memakai genteng bekas yang dicuci, biaya hampir Rp 0. Untuk luas atap satu ruang kelas 7m x 8m, selisihnya bisa mencapai Rp 15 Juta – Rp 20 Juta per lokal. Belum termasuk bubungan bitumen yang juga tidak terpasang.
Ini jelas melanggar RAB dan Juknis Revitalisasi Kemendikdasmen. Sistem P2SP (Pelaksana Swakelola) seharusnya dilaksanakan oleh panitia sekolah secara transparan, bukan untuk mengakali spesifikasi.
“Kalau di gambar dan di RAB tertulis Genteng Bitumen, wajib dipasang Bitumen baru. Kalau pasang genteng bekas, itu namanya pembohongan publik dan berpotensi korupsi. Itu uang APBN,” tegas sumber pegiat pendidikan Ciamis.
Awak media telah mengantongi bukti gambar kerja, foto atap terpasang, dan papan proyek. Kami akan membawa temuan ini ke Dinas Pendidikan Ciamis dan Inspektorat, serta meminta pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk melakukan audit fisik.
Proyek dengan nilai Rp 282 Juta lebih yang seharusnya untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan terdampak bencana, justru diduga dijadikan ajang cari untung dengan material yang di kurangi dan tidak sesuai dengan sepek yg terpajang
tim






