MKS -burusergapinfo.my.id.-“Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan semakin menjadi sorotan. Di tengah keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan BBM, Satgas Tertib BBM Sulsel akhirnya buka-bukaan mengenai sejumlah pelanggaran yang ditemukan dalam pengawasan di lapangan.
Plt Kepala Dinas ESDM Sulsel, Andi Kasman, mengungkap sedikitnya enam bentuk pelanggaran yang ditemukan petugas. Temuan tersebut meliputi tangki kendaraan yang dimodifikasi, penggunaan tangki ganda, pengisian BBM berulang dalam satu hari, barcode yang tidak sesuai dengan STNK, satu kendaraan menggunakan banyak barcode, serta keterbatasan operator nozzle yang membuat pelayanan berjalan lambat.

Enam temuan itu menjadi perhatian serius karena berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi dan pelayanan BBM di SPBU. Persoalan antrean pun tidak lagi semata-mata berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut kepatuhan pengguna dan efektivitas pelayanan di lapangan.

Satgas gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Pertamina kini terus melakukan patroli serta pengawasan selama 24 jam di sejumlah SPBU. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi berbagai bentuk penyimpangan dan memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.

Di tengah kondisi tersebut, publik kini menunggu langkah tegas pemerintah. Jika sebuah kendaraan terbukti melakukan pelanggaran, apakah barcode-nya perlu langsung diblokir? Pertanyaan ini menjadi penting di tengah keresahan masyarakat yang setiap hari harus berhadapan dengan antrean panjang.

Penindakan tentu harus dilakukan berdasarkan bukti, aturan, dan mekanisme yang transparan. Namun masyarakat juga berharap pengawasan tidak berhenti pada patroli dan temuan, melainkan berujung pada tindakan nyata agar BBM bersubsidi tepat sasaran dan antrean panjang di SPBU Sulsel segera terurai.”(Red)”.MZ.NA
Laporan : Tim Buserinfo.Sul-sel






