
BATAM,burusergapinfo.my.id —Ketua Tim 10 Cyber Rajawali Kepri Jaliludin angkat bicara terkait pernyataan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra yang dianggap melukai hati insan pers.
Jaliuddin menilai, setiap pejabat publik harus siap dikritisi dan diberitakan oleh media. Tindakan yang mengarah pada intimidasi hanya akan mencoreng nama baik Kota Batam.
“Media itu mitra pemerintah. Kalau ada pemberitaan yang kurang berkenan, duduk bareng, klarifikasi. Bukan malah menekan. Itu bukan cara yang baik di negara demokrasi,” kata Jaliuddin di Batam, Sabtu 30 Agustus 2026.
Ia menambahkan, Tim 10 Cyber Rajawali Kepri berdiri untuk mengawal keterbukaan informasi dan melawan segala bentuk pembungkaman terhadap pers, baik di dunia nyata maupun dunia Cyber.
“Kami tidak anti kritik ke pemerintah. Tapi kami juga tidak akan diam kalau ada rekan-rekan jurnalis yang diintimidasi. Kebebasan pers harga mati,” tegasnya.
Jaliluddin berharap ke depan komunikasi antara pemerintah Kota Batam dengan media bisa lebih cair dan profesional. Ia juga mengajak seluruh wartawan di Kepri tetap bekerja sesuai kode etik jurnalistik.
Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Wakil Wali Kota Batam terkait pernyataannya yang memicu reaksi tersebut.
NaraSumber:(WakaPerwil).
Editor:(G.G)






