Gowa-burusergapinfo.my.id.-“Di tengah meningkatnya dinamika politik di Kabupaten Gowa, peran Polri khususnya Polresta Gowa menjadi sorotan utama masyarakat. Bukan karena benci, tapi karena besarnya harapan agar institusi yang dicintai rakyat ini tetap menjadi penengah yang adil, profesional, dan tidak tebang pilih.
Masyarakat Gowa yang cinta damai menilai, dua peristiwa aksi massa terakhir menjadi cermin penting untuk evaluasi bersama demi menjaga kepercayaan publik.
Refleksi Dua Peristiwa:

Pertama, 24 Agustus 2026.” Saat aksi unjuk rasa berlangsung, terjadi dugaan pengeroyokan terhadap Pimpinan Redaksi media Bom Waktu yang menjadi korban penganiayaan dan perusakan handphone. Warga menyaksikan saat itu situasi begitu cepat, sehingga penanganan di lapangan belum maksimal.

Termasuk saat ada oknum yang mencoret tembok Kantor Bupati dengan kata-kata tidak pantas dan menurunkan banner foto Bupati, warga berharap polisi bisa hadir lebih tegas memberikan edukasi hukum.

“Kedua, 6 Oktober 2026. Saat Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat (AMARA) melakukan aksi damai untuk mengklarifikasi surat Mahkamah Agung RI untuk Bupati Gowa yang tertahan di Kantor Pos Indonesia Sungguminasa, terjadi ketegangan. Massa yang hendak masuk ke halaman kantor saling dorong hingga kaca jendela pecah.
Dalam peristiwa ini, Polresta Gowa bergerak cepat, sigap, dan langsung mengamankan 2 mahasiswa untuk dimintai keterangan serta menelusuri aktor di lapangan. Kesigapan ini justru diapresiasi masyarakat.

“Kesigapan Polresta Gowa pada tanggal 6 Oktober itulah yang kami harapkan bisa menjadi standar di semua aksi. Kami yakin Polresta Gowa mampu bersikap sama tegas dan sama adilnya kepada semua kelompok massa. Baik pendukung maupun pengkritik Bupati, semua adalah warga Gowa yang harus dilindungi,” ungkap tokoh masyarakat Gowa.
“Motivasi untuk Polri Presisi:’
Masyarakat pendukung Bupati dan kelompok pengkritik Bupati adalah sama-sama warga Gowa. Jika ketegasan yang sama diterapkan di setiap aksi, maka tidak akan ada lagi kesan tebang pilih. Yang ada hanya satu kesan: “Polri Hadir Untuk Semua.”

Ini adalah momentum bagi Polresta Gowa untuk menunjukkan jati diri Polri Presisi yang dicanangkan Kapolri: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.
Kami dari Masyarakat Pendukung Bupati Gowa percaya sepenuhnya, Polresta Gowa mampu menjaga marwah institusi. Penegakan hukum yang adil hari ini adalah investasi kepercayaan publik untuk masa depan Gowa yang kondusif.
Polri adalah milik rakyat. Dan rakyat Gowa masih sangat mencintai Polri.
Laporan: Tim Buserinfo Sulsel.






