SULTENG (PALU) – Pihak kepolisian dari Polresta Palu bersama Polsek Mantikulore masih melakukan penyelidikan intensif terkait insiden perkelahian yang terjadi di depan gerai Alfamidi, Jalan Tombolotutu Atas, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu,Sulawesi Tengah,pada Kamis malam (27/8/2026). 
Polisi sejauh ini mengategorikan pihak yang terlibat berselisih paham dengan juru parkir sebagai Orang Tak Dikenal (OTK).
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail Boby, menegaskan bahwa pihaknya belum bisa mengonfirmasi rumor yang beredar di masyarakat mengenai adanya penembakan maupun keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam peristiwa tersebut.
“Tadi terjadi ada insiden tukang parkir di sini dengan orang tak dikenal, lagi berselisih paham dan terlibat perkelahian. Sekarang prosesnya Polresta Palu dengan Polsek Mantikulore dan Kasi Humas lagi melakukan penyelidikan,” ujar AKP Ismail Boby di lokasi kejadian.
Terkait dugaan penggunaan senjata api yang sempat menghebohkan warga sekitar, AKP Ismail Boby menyatakan bahwa kesimpulan tersebut belum dapat diambil karena olah TKP masih terus berjalan.
“Kami belum bisa menyimpulkan ada penembakan atau tidak. Yang jelas dua korban masih menjalani perawatan intensif. Kami juga belum melihat apakah ada selongsong atau apa, kami baru mau menuju ke rumah sakit mengecek kondisi korban,” terangnya.
Selain dua korban utama yang tengah dirawat, polisi juga menerima informasi awal mengenai adanya seorang pengunjung minimarket yang diduga turut menjadi korban luka. Namun, status dan kebenaran informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi tim medis dan penyidik di rumah sakit.
Guna mengungkap kronologi pasti dan mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, Satreskrim Polresta Palu bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah barang bukti penting di sekitar lokasi kejadian.
“Dalam penyelidikan, kami telah mengamankan rekaman CCTV dari Alfamidi dan salah satu tempat usaha di sekitar lokasi kejadian,” pungkasnya.
Saat ini, area pelataran minimarket masih dalam penanganan kepolisian demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Palu tetap kondusif.(Red)
(Antonius W Palunsu)
Hari: 27 Agustus 2026
Palu – Burusergapinfo.my.id, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong peningkatan kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Pendampingan PPID dalam penggunaan fotografi dan editing video yang melibatkan Bidhumas Polda Sulawesi Tengah.
Dengan mengangkat tema “Upaya Membangun Sinergitas dan Kolaborasi dalam Penguatan Informasi Publik Serta Meningkatkan Kemampuan Teknis PPID Provinsi Sulawesi Tengah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Nagana Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tribun Network, Muh. Al Salsabilla S. Yojokodi sebagai wadah berbagi pengetahuan dan keterampilan teknis dalam menghasilkan dokumentasi visual yang mampu mendukung kebutuhan publikasi dan pelayanan informasi.
Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan informasi publik agar lebih informatif, aktual, menarik dan mudah dipahami. Materi fotografi dan editing video juga diarahkan untuk menunjang pembuatan konten pada berbagai kanal komunikasi milik pemerintah.
Dalam sambutannya, Kadis Kominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama mengatakan, perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat menuntut pengelola informasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, penyajian informasi melalui visual menjadi salah satu cara efektif agar pesan pemerintah dapat diterima masyarakat secara lebih luas.
“PPID harus mampu mengikuti perkembangan komunikasi publik. Informasi yang baik tidak hanya akurat, tetapi juga perlu dikemas secara menarik dan mudah dipahami sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan bermanfaat,” kata Kadis Kominfosantik.
Di sisi lain, Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, keterampilan fotografi dan editing video memiliki peran penting dalam mendukung kerja kehumasan.
Dokumentasi yang berkualitas, kata Kombes Achmad Muhaimin, dapat memperkuat pesan sekaligus memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kegiatan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Sinergitas ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan kemampuan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menghasilkan konten yang lebih berkualitas, faktual dan mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai platform digital,” ungkapnya.
Kabidhumas menambahkan, kolaborasi antara Polda Sulteng dan Pemprov Sulteng diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan. Sinergi tersebut perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen bersama dalam membangun komunikasi publik yang transparan, efektif dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (mar)
Sumber : Humas Polda Sulteng
BATAM, burusegapinfo.my.id Warga Taman Yasmin Kebun Minta Solusi ke Pemerintah Terkait Program TORA Tapal BatasProgram Tanah Objek Reforma Agraria / TORA Tapal Batas yang berlangsung di Taman Yasmin Kebun, RT 03 RW 014, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam menjadi harapan besar warga.
Ketua RT 03, Sujatmo, bersama masyarakat setempat meminta perhatian serius dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah agar segera memberikan solusi dan kepastian hukum atas tanah yang mereka garap puluhan tahun.
“Intinya kami warga Taman Yasmin Kebun ini sudah lama menempati dan mengelola lahan. Dengan adanya program TORA Tapal Batas dari BPKH ini kami sangat bersyukur. Tapi kami juga minta ke pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan solusi yang jelas, supaya warga di sini punya kepastian sertifikat,” ujar Sujatmo saat ditemui di lokasi, Rabu (27/8/2026).
Menurut Sujatmo, kegiatan pengukuran dan pemasangan tapal batas sudah dilakukan bersama tim dari BPN Kota Batam, perangkat RT/RW, dan warga pemilik lahan berbatasan. Pemasangan patok ini menjadi syarat penting agar proses sertifikasi redistribusi TORA bisa berjalan.
Warga berharap setelah tahap tapal batas selesai, tidak ada lagi kendala administrasi maupun tumpang tindih lahan. Mereka ingin segera memiliki sertifikat resmi agar bisa tenang dalam mengelola kebun dan membangun tempat tinggal.
“Kami tidak minta muluk-muluk. Kami hanya minta keadilan dan kepastian. Tolong pemerintah bantu kami agar program TORA ini tuntas sampai terbit sertifikat.” tambah salah satu warga.Hingga berita ini diturunkan, warga RT 03 RW 014 Taman Yasmin Kebun masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait.
Mereka berharap program Reforma Agraria ini benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil di Kota Batam.
Reporter: [G]
Editor: burusegapinfo.my.id
Gowa — burusergapinfo.my.id.— Di balik setiap langkah seorang prajurit dalam menapaki jenjang pengabdian, selalu ada cerita tentang keteguhan, pengorbanan, dan orang-orang terkasih yang tak pernah berhenti memberikan dukungan.
Bagi Astriana Bembo, perjalanan karier sang suami bukan sekadar tentang pangkat dan jabatan. Lebih dari itu, ada sebuah perjalanan panjang yang ditempuh dengan kesetiaan, doa, dan keyakinan bahwa setiap amanah akan menemukan jalannya ketika dijalani dengan ketulusan.
Ungkapan sederhana yang disampaikannya terasa begitu dalam.
“Setia hingga akhir. Dari pangkat Letnan sampai ke Kapten masih seperti yang dulu.”
Kalimat itu bukan hanya ungkapan kasih. Di dalamnya tersimpan kekaguman terhadap sosok yang dinilai tetap teguh, sederhana, dan konsisten meski telah melewati tahapan perjalanan karier sebagai seorang prajurit.
Bagi seorang istri, menyaksikan perjalanan dari pangkat Letnan hingga Kapten tentu bukan sekadar melihat perubahan tanda pangkat di pundak. Ada proses panjang, ada waktu yang harus dikorbankan, ada tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan, serta ada doa yang mungkin tak selalu terdengar, tetapi terus dipanjatkan.
Kini, harapan kembali diarahkan pada satu tujuan berikutnya: pangkat Mayor.
Dengan penuh keyakinan, Astriana Bembo menitipkan doa:
“Bismillah, tujuan ke pangkat Mayor. Allah mudahkan, Allah berkati setiap langkahmu, Sayang. Aamiin.”
Doa tersebut menjadi gambaran betapa besar arti dukungan keluarga dalam perjalanan seorang prajurit. Sebab di balik seragam dan tanggung jawab kedinasan, terdapat keluarga yang ikut merasakan setiap perjuangan, menunggu setiap kepulangan, dan menjadi tempat untuk kembali ketika perjalanan terasa berat.
Pesan Astriana juga menyimpan sebuah filosofi sederhana namun kuat: ucapan adalah doa, maka ucapkanlah hal-hal yang baik.
Sebab terkadang, sebuah kalimat pendek dari orang yang dicintai mampu menjadi sumber kekuatan yang panjang. Sebuah doa yang tulus dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak pernah benar-benar dijalani seorang diri.
Kenaikan pangkat bukanlah sekadar simbol. Ia membawa konsekuensi berupa amanah, tanggung jawab, disiplin, dan pengabdian yang semakin besar. Karena itu, harapan menuju pangkat Mayor pun bukan semata tentang pencapaian pribadi, melainkan tentang kesiapan memikul amanah yang lebih tinggi.
Di titik inilah kesetiaan menemukan maknanya.
Bukan hanya hadir ketika perjalanan terasa mudah, tetapi tetap berdiri di sisi orang yang dicintai ketika tugas, waktu, dan keadaan menuntut kesabaran.
Astriana Bembo seakan ingin menyampaikan bahwa perjalanan panjang seorang prajurit tidak hanya ditulis oleh perjuangannya sendiri. Ada tangan keluarga yang menguatkan, ada hati yang menunggu, dan ada doa yang diam-diam terus mengiringi setiap langkah.
Semoga perjalanan menuju amanah yang lebih besar senantiasa diberikan kemudahan. Semoga setiap langkah diberi kesehatan, kekuatan, kelancaran, serta keberkahan oleh Allah SWT.
Dari Letnan menuju Kapten, dan kini menatap langkah menuju Mayor—semoga kesetiaan tetap menjadi rumah, doa menjadi penguat, dan pengabdian menjadi jalan yang penuh keberkahan.
Hasbunallah wa ni’mal wakil.
Sebuah doa. Sebuah harapan. Dan sebuah kesetiaan untuk terus mendampingi perjalanan hingga akhir.(Red)
Oleh: MZ. Nurdin Achmad
Laporan: Tim burusergapinfo.Sulsel
Banggai-Burusergapinfo.my.id, -Sorotan lain datang dari dunia konten kreator lokal. Midun, seorang artis konten asal Luwuk Banggai Provinsi SulawesiTengah, hotsnya/manager merasa dipermalukan melalui siaran langsung (live) di TikTok dan Facebook karena dituduh menggunakan uang hasil kontennya sebesar Rp 100 jutaan secara tidak wajar.
Merespons isu tersebut, Dianti, yang bertindak sebagai host atau pendamping Midun, angkat bicara saat ditemui awak media di Polresta Banggai, Rabu (26/8/2026). Dianti membantah keras tudingan penggelapan dan justru memaparkan bukti transparansi keuangan.
Menurut Dianti, sebelum ia mendampingi Midun, terdapat tim atau host lama yang mengelola keuangan sang kreator. Saat itu, saldo rekening koran menunjukkan angka Rp 33 juta. Namun, ketika ATM diserahkan kepada Dianti, sisa saldonya hanya Rp 8 juta.
Uang sejumlah Rp 25 juta itu ke mana? Ini yang menjadi pertanyaan ujar dianti.iya menambahkan saat masih bersma tim lama tim lama membeberkan di live TikTok uang yang dipegang sekitar RP 16-18 juta padahal total 33 juta dianti berharap penyelidik juga mengusut aliran dana pada periode sebelumnya
Selama mendampingi Midun berkeliling ke Jakarta dan Bali, Dianti mengklaim menanggung semua kebutuhan sang kreator. Berdasarkan akumulasi bukti rekening koran yang telah diserahkan ke penyidik, total pengeluaran untuk Midun mencapai lebih dari Rp 80 juta.
“Laporan itu bukan Rp 100 juta, melainkan Rp 70 juta. Dan berdasarkan bukti, yang menggunakan uang itu adalah Midun sendiri. Bahkan ada uang pribadi saya yang ikut terpakai,” jelas Dianti.
Meski menyerahkan bukti lengkap, Dianti menegaskan bahwa ia tidak melaporkan Midun secara pidana. “Midun itu orang baik. Saya sifatnya memanusiakan manusia,” pungkasnya, sembari berharap kasus ini selesai dengan klarifikasi data yang objektif.
(Marontoh)
Perkuat Deteksi Dini, Jajaran Rutan Dumai Kontrol Branggang dan Blok Hunian
*Dumai* –http://Burusergapinfo.my.id
Jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai melaksanakan kontrol branggang dan blok hunian, Kamis (27/08/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah deteksi dini dalam memastikan kondisi keamanan dan ketertiban, sekaligus memastikan sarana dan prasarana pengamanan tetap dalam keadaan baik dan berfungsi secara optimal.


Kegiatan kontrol turut melibatkan aparat Kepolisian sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi dalam mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di lingkungan Rutan Dumai. Kehadiran aparat kepolisian juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Dalam pelaksanaannya, jajaran Rutan Dumai melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi branggang, blok hunian, serta sejumlah sarana dan prasarana pengamanan yang berada di area Rutan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi fasilitas tetap layak, aman, dan dapat menunjang pelaksanaan tugas pengamanan.
Selain itu, kontrol tersebut juga bertujuan untuk mengidentifikasi sejak dini apabila terdapat kerusakan, celah keamanan, maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Setiap temuan dari hasil pemeriksaan menjadi bahan evaluasi untuk segera ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan.
Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi mengatakan bahwa kontrol secara rutin merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban.
“Deteksi dini merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Dengan melakukan kontrol secara rutin dan menyeluruh, kita dapat mengetahui kondisi lingkungan Rutan secara langsung serta segera mengantisipasi apabila ditemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan,” ujar Karutan.
Enang juga menekankan pentingnya sinergi dengan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan Rutan. Koordinasi dan komunikasi yang baik antarinstansi diperlukan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan serta menciptakan lingkungan Rutan yang aman dan kondusif. *(DS)
Di terbit kan oleh
Kantor redaksi burusergapinfo
Burusergapinfo.com
MUARA BUNGO, BUNGO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muara Bungo (UMB) menggelar sosialisasi Program Studi Magister Manajemen.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati Bungo, H. Dedi Putra, SH., M.Kn.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Muara Bungo memperkenalkan sekaligus memperkuat keberadaan Program Studi Magister Manajemen kepada aparatur pemerintah daerah, khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) lulusan Strata Satu (S1) yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muara Bungo, Dr. Misra Yeni R.S.E M.M, serta Dr. Oldy Arnoldy, SP., MM, yang turut memberikan pemaparan dan arahan terkait Program Studi Magister Manajemen UMB.

Selain itu, kegiatan dihadiri Asisten Administrasi dan umum Drs. R. Wahyu Sarjono. Kepala BAPPEDA Redawati S,P S,E. Plt Kepala BKPSDMD Muhammad Fathoni, S.AP, M.Si., para Kepala OPD, para Camat, perwakilan ASN lulusan S1 dari OPD dan kecamatan se-Kabupaten Bungo, serta para dosen Universitas Muara Bungo.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai arah pengembangan Program Studi Magister Manajemen, peningkatan kompetensi manajerial, sistem pembelajaran, serta peluang bagi ASN maupun masyarakat lulusan S1 untuk meningkatkan pendidikan ke jenjang S2.
Dukung Peningkatan Kualitas SDM
Kehadiran Bupati Bungo dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bungo.
Pendidikan lanjutan pada jenjang magister dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan aparatur dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muara Bungo juga terus mendorong pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pemerintahan. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu manajemen dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi dan pembangunan daerah.

Program Studi Magister Manajemen Universitas Muara Bungo juga telah memperoleh izin sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga lulusan nantinya memiliki ijazah yang diakui secara resmi. Bagi ASN, kualifikasi pendidikan tersebut dapat digunakan dalam proses penyetaraan sesuai ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian PANRB serta instansi terkait.

Kurikulum Berbasis OBE dan Penguatan Networking
Dalam pemaparannya, Dr. Oldy Arnoldy, SP., MM menjelaskan bahwa Magister Manajemen UMB hadir dengan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Selain itu, program studi tersebut mengedepankan pembelajaran yang aplikatif serta penguatan networking dan relasi strategis dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, maupun berbagai pemangku kepentingan.
Beberapa keunggulan utama S2 Magister Manajemen UMB antara lain:
Kurikulum berbasis OBE, yang berorientasi pada capaian pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Networking dan relasi strategis, untuk memperluas jejaring dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, serta berbagai pemangku kepentingan.
Pembelajaran aplikatif, sehingga ilmu manajemen dapat diterapkan secara langsung dalam pekerjaan dan pengelolaan organisasi.
Mendukung pengembangan karier, baik bagi profesional, ASN, pengusaha maupun calon pemimpin organisasi.
Relevan dengan kebutuhan daerah, dengan pembelajaran yang dapat diarahkan pada persoalan dan kebutuhan pembangunan daerah.
Penguatan kompetensi kepemimpinan, meliputi kemampuan analisis, pengambilan keputusan dan pengelolaan organisasi.

Lingkungan akademik dan profesional, sebagai ruang bertukar pengalaman sekaligus membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Simulasi Skema Pembayaran SPP
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan simulasi skema pembayaran SPP bagi calon mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muara Bungo.
Simulasi ini bertujuan memberikan gambaran yang jelas kepada calon mahasiswa mengenai mekanisme pembayaran biaya pendidikan, termasuk tahapan dan skema pembayaran SPP yang dapat diterapkan selama masa perkuliahan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Universitas Muara Bungo berharap semakin banyak ASN maupun masyarakat Kabupaten Bungo yang memiliki kesempatan meningkatkan pendidikan ke jenjang Magister Manajemen.
Dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi sumber daya manusia, keberadaan Program Studi Magister Manajemen UMB diharapkan dapat turut memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan profesionalisme aparatur, pengembangan dunia usaha, serta kemajuan pembangunan di Kabupaten Bungo.(jufri)
SULTENG (PALU)– Tabir gelap kasus pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Jalan S. Manonda, Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu,Sulawesi Tengah akhirnya mulai terkuak terang. Pada Kamis (27/8/2026), aparat Polresta Palu menggelar pra-rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk membongkar secara gamblang rangkaian aksi biadab yang dilakukan oleh tersangka berinisial AK.
Pra-rekonstruksi ini dipimpin langsung oleh Wakapolresta Palu AKBP Muhammad Ilham bersama Kasat Reskrim AKP Ismail. Di bawah pengawalan ketat berlapis dari personel Ditsamapta Polda Sulteng, Satbrimob, Polsek Palu Selatan, Polsek Palu Barat, hingga Bhabinkamtibmas, tersangka AK dihadirkan untuk memperagakan setiap detik aksi kejinya sebelum dan sesudah menganiaya para korban hingga tewas.
Kronologi Kekejaman Tersangka: Cegat Korban Hingga Susup Rumah
Berdasarkan peragaan di lapangan, aksi nekat tersangka ternyata telah direncanakan dengan matang dan penuh emosi. Peristiwa berdarah ini diawali dari rentetan kejadian berikut:
* Cekcok dan Pencegatan: Tersangka AK sempat terlibat adu mulut hebat dengan korban. Tidak berhenti di situ, AK nekat menghadang korban dan istrinya yang saat itu sedang berkendara menggunakan sepeda motor di sekitar lokasi kejadian.
* Gagal Jebol Pagar Depan: Usai mencegat korban, tersangka langsung bergerak menuju rumah korban. Ia sempat mencoba membongkar dan menerobos masuk melalui pagar depan, namun usahanya gagal.
* Menyusup dari Pintu Belakang: Menggelapkan mata dan telinga, tersangka memutar otak mencari jalan lain. Ia bergerak ke area belakang rumah, berhasil menyusup masuk, dan langsung melancarkan aksi penganiayaan brutal yang merenggut nyawa satu keluarga tersebut.
Polisi Tegaskan Usut Tuntas, Pisau Berdarah Disita!
Wakapolresta Palu, AKBP Muhammad Ilham, dengan tegas menyatakan bahwa pra-rekonstruksi ini adalah langkah krusial penyidik untuk memastikan tidak ada satu pun detail kejahatan tersangka yang luput dari jerat hukum.
“Pra-rekonstruksi ini untuk mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan tersangka, mulai dari awal bagaimana dia masuk sampai melakukan tindak pidana dan kembali setelahnya,” ujar AKBP Muhammad Ilham dengan nada bicara tegas.
Pihak kepolisian juga bergerak cepat mengamankan barang bukti vital berupa satu bilah pisau yang diduga kuat digunakan tersangka AK untuk menghabisi nyawa korban. Hingga saat ini, penyidik menegaskan tidak akan mentolerir tindakan keji tersebut dan terus mendalami motif sakit hati yang mendasari aksi nekat tersangka.
Langkah hukum dipastikan akan berjalan tanpa kompromi. Setelah pra-rekonstruksi ini, penyidik Polresta Palu bakal menggelar rekonstruksi lanjutan yang lebih komprehensif dengan melibatkan pihak Kejaksaan, penasihat hukum tersangka, serta seluruh tim penyidik guna memastikan tersangka AK mendapat tuntutan hukuman yang seberat-beratnya.(Red)
(Antonius W Palunsu)
SULTENG (MORUT),Kamis 27 Agustus 2026 – Gelombang desakan agar Bupati Morowali Utara segera mencopot dan mengevaluasi kinerja Inspektur Inspektorat,Romel Erwin Tungka,S.,PT., kian menguat. Hal ini menyusul sikap bungkam pucuk pimpinan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tersebut dalam merespons skandal dugaan intervensi oknum Inspektur Pembantu (Irban) berinisial YG pada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Keuangan Desa Ensa.
Menyikapi kebuntuan informasi ini, Ketua DPW Forum Masyarakat Bersatu (Formabes) Sulawesi Tengah angkat bicara secara gamblang dan tegas. Formabes menilai, sikap menutup diri yang ditunjukkan oleh lembaga pengawas internal daerah tersebut justru memperkeruh suasana di tengah bergulirnya kasus ini di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng).
Mencederai Keterbukaan Informasi Publik
Ketua DPW Formabes Sulteng menegaskan bahwa posisi sebagai pejabat publik, terlebih di lembaga pengawas sekelas Inspektorat, menuntut tanggung jawab moral dan transparansi yang tinggi kepada masyarakat.
“Sikap diam dari Inspektur tidak dapat dibenarkan dan mencederai keterbukaan informasi publik yang seharusnya dilakukan oleh seorang pimpinan, agar persoalan ini tidak menjadi bias ke mana-mana,” ujar Ketua DPW Formabes Sulteng dengan nada tegas.
Menurutnya, ketika internal Inspektorat diterpa isu miring mengenai dugaan pengondisian LPJ dan tumpang tindih anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp84,26 juta, konfirmasi resmi dari pimpinan adalah benteng utama penjaga marwah institusi. Pilihan untuk bungkam dinilai publik sebagai bentuk pembiaran atau ketidakmampuan manajerial dalam mengontrol bawahan.
Desak Bupati Morut Ambil Tindakan Tegas
Mengingat dampak politis dan hukum yang berpotensi merusak citra bersih tata kelola pemerintahan daerah, Formabes Sulteng meminta Bupati Morowali Utara untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret.
“Bupati Morut harus kembali mengevaluasi segera Inspektur Inspektorat, sebab Inspektorat adalah jabatan yang sangat krusial,” tuntut Ketua DPW Formabes Sulteng.
Formabes mengingatkan bahwa Inspektorat merupakan instrumen vital dalam membersihkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di tingkat desa hingga kabupaten. Jika pucuk pimpinannya dinilai tidak responsif terhadap dugaan pelanggaran etik berat yang diduga melibatkan oknum internal berinisial YG, maka efektivitas seluruh fungsi pengawasan di bawah pemerintahan daerah patut dipertanyakan secara total.
Menguji Nyali Kepala Daerah
Kini bola panas tidak hanya berada di meja penyidik Kejati Sulteng, melainkan juga berada di tangan Kepala Daerah selaku pembina kepegawaian tertinggi di Kabupaten Morowali Utara. Publik menanti apakah bupati akan mempertahankan jajaran pimpinan APIP yang pasif, atau melakukan penyegaran struktural demi menyelamatkan marwah Inspektorat Morut.
Hingga naskah berita ini ditayangkan,upaya konfirmasi berulang yang dilayangkan jurnalis kepada Inspektur Inspektorat Morowali Utara, Romel Tungka, masih belum membuahkan hasil dan tidak mendapatkan respons apa pun.(Red)
(Antonius W Palunsu)
(Antonius W Palunsu)
SULTENG (MORUT),Kamis 27 Agustus 2026– Kasus dugaan tumpang tindih anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp84,26 juta di Desa Ensa, Kecamatan Mori Atas,Kabupaten Morowali Utara resmi bergulir di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng). Namun, di tengah sorotan publik terhadap dugaan keterlibatan oknum internalnya, pucuk pimpinan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Morowali Utara justru memilih belum memberikan pernyataan resmi.
Laporan yang dilayangkan oleh Forum Masyarakat untuk Kedaulatan Rakyat (FMKR) Desa Ensa mengungkap indikasi serius dalam tata kelola keuangan desa. Oknum Inspektur Pembantu (Irban) di Inspektorat Morut berinisial YG diduga kuat terlibat dalam memanipulasi objek pemeriksaan serta mengondisikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan desa guna menyamarkan tumpang tindih anggaran tersebut.
Sistem Pengawasan Internal Dipertanyakan
Lolosnya dugaan penyimpangan anggaran ini memicu pertanyaan kritis dari masyarakat terkait efektivitas pengawasan Inspektorat Morowali Utara. Publik mempertanyakan bagaimana fungsi audit reguler APIP bisa luput mendeteksi adanya penggunaan anggaran ganda antara dana tanggap darurat perusahaan swasta dan Dana Desa (DD) secara bersamaan.
FMKR Desa Ensa menilai, kelemahan mendasar dalam sistem deteksi ini menguatkan indikasi adanya intervensi oknum internal yang sengaja mengaburkan fakta di lapangan saat pemeriksaan berlangsung.
Inspektur Inspektorat Romel Erwin Tungka,S.Pt.,Enggan Mengklarifikasi, Publik Tuntut Transparansi
Demi asas keberimbangan informasi (cover both sides), awak media telah melayangkan konfirmasi resmi kepada Inspektur Inspektorat Morowali Utara, Romel Tungka. Namun, hingga berita ini ditayangkan, sang pimpinan tidak memberikan respons atau klarifikasi sedikit pun.Sikap menutup diri ini disesalkan banyak pihak dan dinilai memperlambat kepastian informasi.
Publik kini mendesak komitmen tegas dari pimpinan institusi untuk membuktikan bahwa tidak ada upaya perlindungan kelembagaan (institusional) terhadap oknum YG jika terbukti melanggar kode etik dan hukum.
Kejati Sulteng Diminta Segera Amankan Dokumen Audit
Mengingat berkas aduan telah resmi diterima Kejati Sulteng, jaminan keamanan dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) asli di kantor Inspektorat menjadi krusial. Desakan kini mengarah pada aparat penegak hukum untuk segera mengamankan seluruh dokumen kerja pengawasan guna mengantisipasi potensi manipulasi atau penghilangan barang bukti oleh pihak-pihak yang terlibat.
Masyarakat Morowali Utara kini menunggu langkah tegas Kejati Sulteng untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum Irban YG hingga ke akar-akarnya demi tegaknya supremasi hukum dan transparansi uang negara.
Hingga rilis berita ini diterbitkan, Inspektur Inspektorat Kabupaten Morowali Utara belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan keterlibatan anggotanya maupun status dokumen pemeriksaan Desa Ensa.(Red)
(Antonius W Palunsu)

SULTENG (BANGGAI) – Insiden kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh alkohol kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Luwuk. Sebuah sepeda motor jenis Yamaha Byson bernomor polisi DN 6457 AD yang dikendarai oleh bapak dan anak, keluar jalur dan terjatuh di Jalan Trans Sulawesi, Desa Kayutanyo, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 13.05 WITA.
Kedua korban diidentifikasi sebagai AB (54) dan anaknya, AN (17), yang merupakan warga Desa Molino, Kecamatan Luwuk Timur. Berdasarkan investigasi awal pihak kepolisian, kecelakaan tunggal ini dipicu oleh kelalaian berkendara dalam kondisi mabuk.
Kronologi bermula saat kendaraan melaju dari arah tertentu dan melintasi Jembatan Kayutanyo. Saat hendak berbelok ke kanan, pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol kehilangan kendali atas kendaraannya hingga keluar dari badan jalan.
Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar, memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab insiden ini.
“Faktor utama kecelakaan adalah kurangnya kehati-hatian dan hilangnya kendali kendaraan akibat mengemudi dalam kondisi mabuk,” ujar AKP Asdar pada Rabu (26/8).
Akibat benturan keras tersebut, AN mengalami luka robek cukup parah di bagian dahi serta cedera patah kaki. Sementara sang ayah, AB, mengalami luka lecet di bagian dahi dan pangkal hidung. Pasca-kejadian, kedua korban langsung dievakuasi oleh warga dan petugas ke Puskesmas Hunduhon untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Selain korban luka, insiden ini juga mengakibatkan kerugian materiil pada kendaraan yang ditaksir mencapai Rp1.000.000. Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk tidak sekali-kali berkendara dalam pengaruh alkohol demi keselamatan bersama.(Red)
(Marthin Marontoh)








